Suara Denpasar - Biota laut bernama Portuguese Man O' War mungkin asing terdengar di telinga, bahkan mungkin belum ada yang pernah melihat hewan laut ini.
Nama Portuguese Man O' War disematkan karena bentuk biota laut ini mirip kapal perang Portugis. Seperti dilansir dari akun instagram Kementerian Kelautan Perikanan Republik Indonesia yaitu @kkpgoid dijelaskan, bahwa sekilas hewan berwarna biru ini nampak seperti ubur-ubur yang cantik. Tapi sayangnya, hewan ini termasuk dalam daftar hewan berbahaya.
"Portuguese Man O'War, biota laut yang sekilas mirip ubur-ubur ini ternyata memiliki sengatan maut yang berbahaya. Kalau bertemu hewan ini jangan sekali-kali menyentuh dengan tangan kosong. Dan apabila tidak sengaja tersengat segera cari pertolongan pertama agar racun tidak menyebar," tulis akun tersebut, seperti dikutip Suara Denpasar, Sabtu (14/1).
Dilihat dari infografis yang diunggah oleh akun @kkpgoid, diterangkan bahwa Portuguese Man O'War kadang juga disebut ubur-ubur api. Tapi sebenarnya bukan termasuk jenis ubur-ubur namun sebuah kesatuan koloni yang terdiri dari beberapa individu fungsional yang disebut zooid.
Sementara, panjang tentakel dan polip biota laut ini sekitar 9 hingga 50 centimeter dan apabila tersengat dapat menyebabkan gatal, gangguan pernapasan, mual, dan gangguan pada sistem saraf.
Namun, Portuguese Man O'War memiliki hewan predator seperti penyu dan siput yang kebal sengatan dan pernah ditemukan di pesisir selatan Pulau Jawa hingga pesisir barat Pulau Sumatra. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Pre-Order Ungkap Konfigurasi Memori iQOO 15T: Tantang POCO X8 Pro, Usung RAM 16 GB
-
Giliran Erin Taulany Polisikan eks ART, Geram karena Wajah Anak Disebar ke Medsos
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Fakta-fakta Pelarian Kiai Ashari Pati, Kabur ke Jakarta hingga Bogor dan Berakhir di Wonogiri
-
Pesona HP Murah Sejutaan, Itel Zeno 200 Hadirkan Android Go dan Fitur Tangguh
-
El Nino Mengintai, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemda Perkuat Antisipasi Kekeringan
-
Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026
-
Teka-teki 2 PRT Benhil Lompat dari Lantai 4, Polisi Sebut Belum Temukan Tindak Kekerasan Fisik
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Tolak RUU Pemilu Jadi Inisiatif Pemerintah, PDIP: Sama Saja Menyerahkan Nyawa Partai ke Kekuasaan