“Saya lihat anaknya kurang perhatian,” kata Dedi.
Kang Dedi Mulyadi kembali mengajak untuk berdamai saja. Mencabut laporan. Lagi pula tidak baik mempidanakan guru yang mendidik anaknya.
Lebih lanjut, Dedi Mulyadi pun bercerita soal Regina, anak yang dibully W. Dia menyatakan kasihan kondisi Regina yang seorang anak disabilitas, ibunya buta karena melahirkan saat memiliki komplikasi penyakit gula darah tinggi dan ginjal. Bahkan, dalam kondisi buta, ibunya harus cuci darah dua kali dalam seminggu.
“Bapak kalau lihat kehidupannya, gak kuat. Saya aja nggak kuat. Berat banget. Dan anaknya juga stres. Tapi sekarang sudah mulai baik, dan anaknya sudah saya urus,” terang Dedi.
Dalam kondisi ibunya sakit-sakitan, ayah Regina kawin lagi dan tinggal dengan istri barunya. Sehingga saat ini Regina dijadikan anak angkat Dedi Mulyadi. Dedi juga menanggung kehidupan keluarga ibu dari Regina ini.
“Makanya saya ke sini agar masalah itu selesai. Dan saya minta ke bapak agar nyabut laporan itu,” katanya lagi.
Lebih lanjut, Dedi Mulyadi pun menanyakan apakah benar ada permintaan uang damai Rp50 juta. Ditanya begitu, dia terlihat kaget. Awalnya menunduk langsung menengok ke Kang Dedi.
“Nggak ada,” aku Asep.
Dedi Mulyadi sempat menanyakan apakah ada saudaranya, bernama Pak Hoer, yang di Darangdan, mengurus perkara ini. Kemudian meminta tolong ke wartawan, diduga wartawan abal-abal, untuk nego uang damai Rp50 juta. Asep teguh menyatakan tidak pernah minta uang damai.
Suami bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika ini pun menawarkan diri menjadi penengah kalau Asep mau berdamai. Bertemu dengan semua pihak.
Akan tetapi, apabila Asep Gunawan tetap terus, Dedi Mulyadi menyatakan akan terus dampingi guru yang dilaporkan ke polisi.
Asep pun menyatakan akan berembuk dengan keluarganya dulu. Dia menjanjikan akan bertemu Senin sore (16/1/2023). Artinya, saat video ini tayang, sebetulnya sudah ada pertemuan dengan keluarga Asep Gunawan.
Dari tayangan itu ternyata Dedi Mulyadi melanjutkan perjalanan mencari Pak Hoer, ke rumahnya. Namun, dia gagal bertemu dengan Pak Hoer karena sedang ke Karawang. Dia hanya bertemu dengan istri Pak Hoer, Iis yang merupakan seorang guru honorer di SD. (*)
Berita Terkait
-
Kang Dedi Mulyadi 'Kesengsem' dengan Gadis Cantik Ini, Sampai Rela Tutup Kamera Demi Dea
-
Kang Dedi Turun Tangan Bantu Guru yang "Diperas" Uang Damai Rp 50 Juta
-
Ridwan Kamil Masuk Golkar, Separtai dengan Dedi Mulyadi? Nurul Arifin Bilang Masuk Akal
-
Singgung Soal Jalan Berlubang, Istri Dedi Mulyadi, Ambu Anne Unggah Foto Ini
-
Minggu Pagi Nan Cerah, Dedi Mulyadi Sapa Warganet dengan Narasi Jalanan Berlubang dan 'Bank Emok'
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026