Suara Denpasar - Beredar sebuah video yang menyebutkan Pemerintah Jerman turun tangan membela Bunda Corla terkait tudingan Nikita Mirzani.
Video itu dibagikan kanal Youtube Faktual Tv pada 24 Januari 2023 dengan judul “M4MPUS.! PEMERINTAH JERMAN TAMPAR KERAS NIKMIR, TERNYATA BUNDA CORLA TAAT PAJAK & WNA YANG BAIK”.
Dalam judulnya, seolah-olah Pemerintah Jerman ikut campur tangan terkait permasalahan antara Nikita Mirzani dan Bunda Corla.
Akan tetapi, isi dari video tersebut ternyata tak membahas sama sekali tentang permasalahan Bunda Corla dan Nikita Mirzani.
Video yang diunggah dengan durasi 8 menit 23 detik itu hanya berisikan 3 video komentar warganet tentang permasalahan Bunda Corla dan Nikita Mirzani .
Video pertama berupa unggahan warganet yang mengaku kesal denganb Nikita Mirzani.
Kemudian video kedua juga milik warganet yang mengungkapkan kesaksiannya ketika Nikita Mirzani memberikan uang 100 juta kepada Bunda Corla.
Sementara video ketiga adalah komentar warganet tentang permasalahan tersebut. Maka, dikutip dari Turnbackhoax - Jaringan Suara.com,
video itu tidak sesuai dengan isi yang disampaikan. Sebab, di video tidak ada pembahasan sama sekali tentang keterlibatan pemerintah Jerman.
Sehingga, bisa diartikan bahwa video itu masuk kategori koneksi yang salah.
Sebelumnya, Nikita Mirzani menuding Bunda Corla menunggak pajak kepada pemerintah Jerman dengan nilai 500 ribu euro atau setara Rp 8 miliar.
Hal itu disampaikan saat artis kontroversial itu melakukan luve di instagram pribadinya.
"Si Corla itu belum pernah bayar pajak selama 20 tahun sebesar 500 ribu Euro. Kalau dirupiahkan Rp 8 miliar," kata Nikita.
Akan tetapi, belakangan kabar itu langsung dibantah oleh Bunda Corla. Bunda Corla mengatakan jika dirinya mempunya masalah, maka tidak akan bisa liburan ke Indonesia.
"Kalau orang punya masalah tidak akan bisa holiday ke Indonesia karena punya kasus," ucap Bunda Corla dalam sebuah video yang diunggah ulang oleh akun Instagram @Gosipnyinyir2, Kamis (19/1/2023).(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Groundbreaking Irigasi di Luwu, Gubernur Sulsel: Mari Kawal Untuk Petani
-
ARTJOG 2026 Memanas! Kehadiran Didit Prabowo Batal Usai Diprotes Seniman
-
WNA India Jadi Korban Penipuan Modus Hipnotis di Bali
-
Jatim Deklarasikan Provinsi dengan Event Terbanyak, Sedot 30 Persen Wisatawan
-
Ekonom: Investor Butuh Kepastian Hukum di Indonesia, Bukan Sekedar Insentif!
-
Pemprov Papua Selatan: Lahan Cetak Sawah di Merauke 48 Ribu Hektare
-
Khofifah Sambut 4.014 Pelari dari 22 Negara Taklukkan Jalur Ekstrem Gunung Arjuno-Welirang
-
Sulteng Belum Mandiri Fiskal, 80 Persen Bergantung Pusat
-
Ekonom Beri Peringatan Soal Kebijakan B50: Lihat Peluang yang Dikorbankan
-
Perbasi Surakarta 2026-2030 Dilantik, Bidik Sapu Bersih Emas Porprov Jateng 2026