Suara Denpasar - Sejumlah pemain Persib Bandung terancam sanksi dalam pertandingan kontra Bali United di pekan ke 23 Liga 1 jika kembali menerima kartu kuning.
Seperti diketahui, Persib Bandung akan melawat ke Stadion Maguwoharjo, Sleman untuk menghadapi Bali United pada Jum'at, 10 Februari 2023.
Dalam laga tersebut, Para pemain Persib Bandung harus ekstra hati-hati karena terdapat empat pemain yang akan terkena sanksi jika mendapatkan satu kartu kuning lagi.
Empat pemain itu di antaranya adalah Ciro Alves, Achmad Jufriyanto, Dedi Kusnandar dan Daisuke Sato.
Dilansir dari laman resmi PT LIB, terdapat tiga pemain Persib Bandung yang sudah mengoleksi 3 kartu kuning yaitu Ciro Alves, Achmad Jufriyanto dan Dedi Kusnandar.
Ketiga pemain itu akan mendapatkan sanksi larangan satu pertandingan jika menerima kartu kuning keempat dalam laga kontra Bali United.
Sementara itu, Daisuke Sato yang saat ini mengoleksi 7 kartu kuning, ia akan kembali di sanksi larangan satu laga jika mendapatkan kartu kuning ke 8.
Adapun regulasi soal larangan bertanding karena akumulasi kartu kuning terdapat di dalam Pasal 57 ayat 3.
Dalam rules baru PT LIB tersebut dijelaskan, jika pemain yang mengoleksi 4 kartu kuning akan terkena skorsing satu pertandingan.
Baca Juga: Hemat Rp82 Triliun, Walt Disney Bakal PHK 7.000 Karyawan
Dan setelah itu, akan diberikan kelipatan 3 kartu kuning, yakni 8,9,12 dan seterusnya seperti yang dialami Daisuke Sato.
“Pemain yang memperoleh akumulasi empat kartu kuning dalam 4 laga berbeda selama berlangsungnya BRI Liga 1, tidak diperkenankan bermain 1 kali pertandingan pada laga berikutnya setelah akumulasi tercapai,” tulis regulasi Liga 1 di Pasal 57 ayat 3.
“Aturan larangan satu pertandingan juga berlaku untuk setiap akumulasi 3 kartu kuning berikutnya dalam 3 pertandingan yang berbeda selama berlangsungnya BRI Liga 1,” demikian lanjutan regulasi itu.
Jika keempat pemain Persib Bandung tersebut menerima kartu kuning dalam laga kontra Bali United, dipastikan mereka akan keluar skuad saat tim Pangeran Biru menghadapi PSM Makassar di pertandingan selanjutnya pada, Selasa, 14 Februari 2023. (*/Dinda)
Berita Terkait
-
Puasa Kemenangan RANS Nusantara FC Berlanjut, Rodrigo Santana: Saya Minta Maaf
-
Rezaldi Hehanusa ke Persib Bandung, Kini Robi Darwis ke Jakarta? Luis Milla Tak Mau Terpeleset
-
Persib Bandung Hanya Kebobolan Satu Kali di Lima Pertandingan, Passos: Kami Lebih Konsisten
-
Hasil BRI Liga 1: Gasak Barito Putera 4-1, PSM Kudeta Puncak Klasemen dari Persib
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Johann Zarco Lolos dari Maut usai Kaki Terjepit Roda Motor Bagnaia di MotoGP Catalunya
-
Calvin Verdonk Lolos Liga Champions, Ukir Sejarah Baru Sepak Bola Indonesia Bersama Lille
-
Harga Emas Berpotensi Melemah saat Kurs Rupiah Anjlok, Ini Penyebabnya
-
5 Shio yang Berpeluang Sukses 18 Mei 2026, Jalan Keberuntungan Terbuka Lebar
-
Horor MotoGP Catalunya 2026: Patah Tulang Leher, Alex Marquez Jalani Operasi Pasca Kecelakaan Parah
-
Jacksen F. Tiago Terpukau Talenta Sepak Bola Putri Surabaya di MLSC 2026
-
Pesta Penutup Musim PSG Dirusak Comeback Dramatis Paris FC
-
Gubernur Rudy Mas'ud Jawab Isu Pemberhentian PPPK di Tengah Efisiensi
-
Drama Menit Akhir! Pesta Juara Inter Milan Dicoreng Tim Degradasi Hellas Verona
-
Mengapa Komentar Presiden soal Rupiah dan Dolar Menyesatkan sekaligus Berbahaya?