Suara Denpasar-Heboh, seorang wanita di Denpasar menyimpan jasad janin di dalam lemari. Hal itu dilakukan oleh wanita muda bernama Marce. Wanita itu diduga sengaja mengugurkan kandungannya dengan cara minum jamu, lalu setelahnya jasad janin berusia 7 bulan itu disimpan di dalam lemari di kamar kosannya.
Marce sendiri merupakan wanita asal Soe, NTT uang kini bekerja di Denpasar. Dari informasi yang dihimpun, usai mengeluarkan janin dari dalam perutnya, Marce mendatangi rumah sakit.
Dia mengeluhkan sakit pada perut. Namun saat ditanya oleh dokter, Marce malah berpura-pura mengaku mengalami tumor di perut. Setelah lima hari dirawat di rumah sakit, akhirnya mulai tersingkap rahasia bahwa dia memang sengaja telah menggugurkan kandungannya.
Itu bermula saat dirinya ketahuan mengirimkan pesan WhatsApp kepada seorang pria. Dalam pesan itu, dia meminta pria itu untuk mengambil daging yang ternyata janin di dalam lemari kamar kosannya di jalan Tukad Musi III Denpasar Timur.
Lalu dia meminta agar kakaknya membuang daging dari dalam lemari itu. Usai mendapat pesan itu, kakaknya pun mendatangi kosan dan membuka lemari. Dia benar-benar dibuat terkejut saat menemukan bahwa ternyata di dalam lemari ada jasad orok bayi.
Dia meminta bantuan tetangga kosan dan warga sekitar. Lalu dibantu warga pihaknya membuat laporan ke polisi Polsek Denpasar Timur.bdari laporan itu, polisi mendatangi TKP. Lalu usai olah TKP, polisi membawa jasa didik ke RSUP Prof IGNG Ngoerah Denpasar.
Sementara itu, kejadian lada Sabtu (11/2/2023) itu akhirnya diketahui keluarga besar Marce. Tak pelak, hal itu membuat keluarga besar kaget. Apalagi pihak keluarga mengetahui ternyata kasus itu tidak ditindaklanjuti polisi dengan alasan laporan sudah dicabut.
Dari sana, salah satu kerabat mendatangi pengacara dan aktivis perlindungan perempuan dan anak, Situ Sapurah alias Ipung. Melcheor, salah atu kerabat Marce menceritakan semua kronologinya.
Terkait hal itu, Ipung menjelaskan bahwa di dalam UU Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2002, perubahan UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak menerangkan bahwa anak memiliki hak untuk hidup sejak dari dalam kandungan sampai 18 tahun.
Sehingga dari pengakuan ibu atau Marce, sehingga dalam kasus ini orok malang itu dinyatakan dibunuh secara paksa dengan cara aborsi. Hal itu tentunya melanggar Pasal 346, 347, dan 348 KUHP.
Menurut Ipung, kasus ini tak punya alasan untuk dihentikan. "Apakah anak ini bunuh diri? Tentu tidak mungkin. Kalau dibilang mati seketika juga tidak mungkin. Karena anak ini sesuai pengakuan ibunya diaborsi. Artinya ada peristiwa pembunuhan," kata Ipung, Sabtu (18/2/2023).
Sehingga menurut Ipung, Marce selaku ibu harus bertanggungjawab dan diproses secara hukum.
Di sisi lain, Kapolsek Denpasar Timur, Kompol I Nengah Sudiarta mengungkap, jika berdasarkan pemeriksaan bahwa bayi itu keguguran biasa. Bukan sengaja digugurkan.
Tetapi berdasarkan hasil pemeriksaan, bayi itu meninggal karena keguguran biasa. Pihak keluarga juga menerima itu sebagai keguguran biasa, bukan aborsi," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
Terkini
-
Ade Armando Ungkap Alasan Mengundurkan Diri dari PSI: Ada yang Ingin Menghabisi Saya dan Partai
-
Kapal Sipil Oman di Selat Hormuz Ditembak Kapal Perang Amerika Serikat, 5 Orang Tewas
-
Indomobil Gelar Pameran Khusus Mobil Listrik Demi Genjot Penjualan
-
Diperiksa Soal Kasus Pemerasan THR, Plt Bupati Cilacap Bersumpah: Demi Allah, Saya Nggak Tahu
-
Preview Lagu Hatchu Salma Menyadarkan Saya Kalau Syukur Itu Ada Batasnya
-
Sampaikan Laporan Akhir ke Presiden, Komisi Reformasi Polri Serahkan Berkas Setebal 3.000 Halaman
-
Kans Bocah 16 Tahun Masuk Skuat Inggris di Piala Dunia 2026, Bakal Pecahkan Rekor Michael Owen
-
Skandal Kekerasan Seksual di Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Proaktif Lindungi Korban
-
Pakai Mesin Pajero Sport Versi Simpel, Mobil Ramah Biosolar Harga 60 Jutaan Ini Layakkah Dipinang?
-
Tarif Kereta AS untuk Piala Dunia 2026 Melejit, Picu Protes Keras Suporter Global