- Ade Armando resmi mengundurkan diri dari PSI di Jakarta pada 5 Mei 2026 demi melindungi partai dari serangan.
- Keputusan diambil karena serangan masif di media sosial mulai menyudutkan PSI akibat polemik yang melibatkan dirinya secara pribadi.
- DPP PSI telah menerima pengunduran diri tersebut, sehingga Ade Armando resmi bukan lagi kader partai sejak 4 Mei.
Suara.com - Ade Armando mengungkap alasan lebih dalam di balik keputusannya mundur dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ia menilai ada upaya yang dilakukan secara sengaja dan masif untuk menyerang dirinya, sekaligus menyeret nama partai.
“Saya menangkap kalau memang ada upaya sengaja, beramai-ramai, ingin menghabisi saya, dan kemudian menghabisi PSI,” kata Ade dalam konferensi pers di Kantor DPP PSI, Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Ia mengaku bukan sosok yang asing dengan kontroversi maupun pelaporan hukum. Dalam berbagai kesempatan sebelumnya, ia bahkan kerap menjadi sorotan publik akibat pernyataan-pernyataannya yang dianggap kontroversial oleh sejumlah pihak.
Namun, situasi kali ini dinilainya berbeda karena serangan tidak hanya tertuju pada dirinya secara pribadi, tetapi juga melebar ke PSI.
"Saya adalah orang yang sudah kenyang dengan kontroversi dan sudah kenyang dengan laporan polisi. Tapi kali ini suasananya agak beda. Kayaknya untuk pertama kalinya, kasus saya dilaporkan dengan cara yang masif," tuturnya.
Tak hanya itu, ia juga menyoroti derasnya serangan di media sosial yang menurutnya melibatkan figur-figur besar dan tokoh-tokoh yang memiliki pengaruh luas di ruang publik. Kondisi ini, kata dia, semakin memperkuat kesan bahwa tekanan yang datang bukan sekadar reaksi spontan, melainkan memiliki pola yang lebih luas.
Ade kemudian menegaskan bahwa titik krusial yang mendorongnya mengambil keputusan mundur adalah ketika serangan tersebut tidak lagi berhenti pada dirinya secara pribadi, tetapi mulai diarahkan secara langsung kepada PSI. Ia menilai situasi ini berpotensi merugikan partai jika terus berlanjut.
"Untuk pertama kalinya serangannya diarahkan kepada PSI. Nama PSI berulang kali disebut," ungkapnya.
Ia merasa perlu mengambil tanggung jawab dengan cara yang berbeda dari sebelumnya. Jika pada kasus-kasus terdahulu ia memilih menghadapi sendiri konsekuensi dari pernyataannya, kali ini ia memutuskan mundur agar polemik yang mengikutinya tidak terus menyeret nama partai.
Baca Juga: Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Sementara itu, pengunduran diri Ade Armando telah diterima oleh DPP PSI. Dengan demikian, sejak Senin (4/5) malam, ia dinyatakan bukan lagi kader partai tersebut.
Berita Terkait
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
PSI Kecam Aksi Pemukulan ke Bro Ron, Minta Aparat Usut Semua Yang Terlibat
-
Kronologi Waketum PSI Bro Ron Dipukul Orang Tak Dikenal, Pelaku Kini Mendekam di Polsek
-
Ade Armando Klaim Baru Tahu Ceramah JK di UGM 40 Menit Usai Dipolisikan
-
Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan