Suara Denpasar - CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi menangis saat terjadi bentrokan antar suporter dan pihak kepolisian di Stadion Jatidiri Semarang pada Jumat (17/2).
Bentrokan itu terjadi akibat suporter PSIS Semarang memaksa masuk ke dalam stadion.
Sementara, sebelumnya telah disampaikan jika pertandingan derby Jateng PSIS Semarang dan Persis Solo tidak dapat dihadiri penonton sesuai rekomendasi dari Polrestabes Semarang.
Bentrokan antara petugas polisi dan suporter PSIS Semarang berakhir ricuh, pihak kepolisian menembakan gas air mata sementara suporter melempar dengan batu.
Laga antara PSIS Semarang vs Persis Solo pun sempat terhenti selama beberapa menit.
Kejadian tersebut nampaknya membuat Yoyok Sukawi merasa kewalahan hingga menangis.
“Kawan-kawan semua cukup tragedi Kanjuruhan menjadi citra buruk sepak bola Tanah Air,” kata Yoyok dalam sebuah video di Instagram @yoyok_sukawi pada Sabtu (18/2).
Ia kemudian mengingatkan kepada tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang telah menjadi luka bagi sepak bola di Indonesia.
“Sudah cukup nyawa melayang dan jangan tambah lagi daftar nama nama korban tragedi di persepakbolaan Indonesia,” tambahnya.
“Saya tau, kawan-kawan semua begitu cinta pada tim ini begitupun halnya dengan saya yang selalu ingin berada di sampingnya,” lanjutnya.
CEO PSIS Semarang tersebut nampak begitu sedih dengan situasi tersebut, Yoyok Sukawi juga nampak turun langsung memberikan orasi kepada suporter saat kericuhan tersebut terjadi.
Ia kemudian mengajak agar suporter bisa membangun citra positif bagi sepak bola Tanah Air. Yoyok Sukawi berharap kejadian ini menjadi yang terakhir kalinya.
Melansir ANTARA, akibat kericuhan tersebut ada beberapa fasilitas umum dan kendaraan bermotor yang ada di lokasi kejadian mengalami kerusakan. (*/Dinda)
Berita Terkait
-
Banyak Suporter PSIS Semarang Terkena Gas Air Mata, 7 Polisi Terluka, 16 Orang Diamankan Usai Derbi Jateng
-
Kerusuhan di Luar Stadion, Apa PSIS Semarang Kena Hukuman? Ini Bunyi Pasal Kode Disiplin PSSI: Partai Usiran dan Tanpa Penonton
-
Ricuh Suporter vs Aparat di Derbi Jateng, Ini Tanggapan Ketum PSSI Erick Thohir
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon