/
Sabtu, 18 Februari 2023 | 09:59 WIB
CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi Menangis saat Suporter Ricuh: Cukup Tragedi Kanjuruhan... (Ig @yoyok_sukawi)

Suara Denpasar - CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi menangis saat terjadi bentrokan antar suporter dan pihak kepolisian di Stadion Jatidiri Semarang pada Jumat (17/2).

Bentrokan itu terjadi akibat suporter PSIS Semarang memaksa masuk ke dalam stadion.

Sementara,  sebelumnya telah disampaikan jika pertandingan derby Jateng PSIS Semarang dan Persis Solo tidak dapat dihadiri penonton sesuai rekomendasi dari Polrestabes Semarang.

Bentrokan antara petugas polisi dan suporter PSIS Semarang berakhir ricuh, pihak kepolisian menembakan gas air mata sementara suporter melempar dengan batu.

Laga antara PSIS Semarang vs Persis Solo pun sempat terhenti selama beberapa menit.

Kejadian tersebut nampaknya membuat Yoyok Sukawi merasa kewalahan hingga menangis.

“Kawan-kawan semua cukup tragedi Kanjuruhan menjadi citra buruk sepak bola Tanah Air,” kata Yoyok dalam sebuah video di Instagram @yoyok_sukawi pada Sabtu (18/2).

Ia kemudian mengingatkan kepada tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang telah menjadi luka bagi sepak bola di Indonesia.

“Sudah cukup nyawa melayang dan jangan tambah lagi daftar nama nama korban tragedi di persepakbolaan Indonesia,” tambahnya.

Baca Juga: Banyak Suporter PSIS Semarang Terkena Gas Air Mata, 7 Polisi Terluka, 16 Orang Diamankan Usai Derbi Jateng

“Saya tau, kawan-kawan semua begitu cinta pada tim ini begitupun halnya dengan saya yang selalu ingin berada di sampingnya,” lanjutnya.

CEO PSIS Semarang tersebut nampak begitu sedih dengan situasi tersebut, Yoyok Sukawi juga nampak turun langsung memberikan orasi kepada suporter saat kericuhan tersebut terjadi.

Ia kemudian mengajak agar suporter bisa membangun citra positif bagi sepak bola Tanah Air. Yoyok Sukawi berharap kejadian ini menjadi yang terakhir kalinya.

Melansir ANTARA, akibat kericuhan tersebut ada beberapa fasilitas umum dan kendaraan bermotor yang ada di lokasi kejadian mengalami kerusakan. (*/Dinda)

Load More