Suara Denpasar - Cedera otak traumatik (COT) adalah kondisi yang terjadi ketika otak mengalami trauma fisik atau kekerasan yang dapat mempengaruhi fungsinya.
Salah satu jenis COT yang sering terjadi adalah diffuse axonal injury (DAI), yang terjadi ketika serat saraf di dalam otak rusak atau pecah akibat guncangan yang keras. DAI dapat terjadi pada kecelakaan mobil, kecelakaan olahraga, atau kecelakaan lainnya yang melibatkan kekerasan fisik pada kepala.
Dilansir hopkinsmedicine gejala DAI biasanya muncul dalam beberapa jam atau hari setelah kejadian, dan dapat bervariasi tergantung pada tingkat keparahan cedera. Gejala umum meliputi:
Kesulitan memusatkan perhatian dan konsentrasi
Kehilangan kesadaran atau pingsan
Sakit kepala yang parah
Gangguan keseimbangan dan koordinasi
Gangguan penglihatan dan pendengaran
Perubahan mood dan perilaku
Kesulitan berbicara atau memahami bahasa
Kehilangan kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
Efek jangka panjang DAI dapat sangat mengganggu dan mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Beberapa efek jangka panjang meliputi:
Gangguan kognitif, seperti kesulitan berpikir, memori yang buruk, dan kesulitan belajar.Gangguan fisik, seperti kelemahan otot, kesulitan berjalan, dan kejang-kejang.
Gangguan emosional, seperti depresi, kecemasan, dan iritabilitas.
Kesulitan dalam hubungan sosial dan interaksi dengan orang lain.
Peningkatan risiko gangguan neurologis degeneratif, seperti Alzheimer dan Parkinson.
Untuk mengatasi gejala dan efek jangka panjang DAI, perawatan medis dan rehabilitasi yang tepat sangat penting. Beberapa jenis perawatan medis meliputi obat-obatan untuk mengurangi sakit kepala, obat-obatan anti-kejang, dan terapi fisik untuk membantu meningkatkan keseimbangan dan koordinasi. Selain itu, terapi bicara dan terapi perilaku kognitif juga dapat membantu mengatasi kesulitan kognitif dan emosional.
Penting untuk diingat bahwa setiap individu yang mengalami DAI dapat memiliki pengalaman yang berbeda-beda, dan pengobatan harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu.
Untuk mencegah DAI, penting untuk selalu memakai helm saat berkendara atau melakukan aktivitas yang berisiko kecelakaan, dan menghindari kekerasan fisik pada kepala.
Baca Juga: Danilla Riyadi Bagikan Foto Punggungnya Setelah Kerokan, Aldi Taher: 'Harus Disyukuri'
Dengan demikian, memahami gejala dan efek jangka panjang dari DAI dapat membantu seseorang untuk mengatasi dampak yang mungkin terjadi setelah mengalami cedera otak traumatik.
Perawatan medis dan rehabilitasi yang tepat dapat membantu mempercepat pemulihan dan meningkatkan kualitas hidup seseorang yang mengalami DAI. Penting untuk menghindari kekerasan fisik pada kepala dan selalu memakai perlengkapan keselamatan saat melakukan aktivitas berisiko tinggi, seperti berkendara atau berolahraga. (Rizal/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
No Way Back oleh Enhypen Feat. So!YoON!: Jalani Takdir Hidup Tanpa Ragu
-
Tersangka Narkoba, Eks Kapolres Bima AKBP Didik Terancam Pidana Seumur Hidup
-
Apa Saja Mobil Bekas yang Nggak Bikin Penumpang Mabuk Darat? Ini 7 Rekomendasi 100 Jutaan
-
Pulihkan Ekonomi Pascabencana, Pemerintah Kucurkan Ratusan Miliar Bantuan Rumah di Aceh
-
Banjir Grobogan Lumpuhkan Jalur Kereta Api Utara Jawa, Ribuan Penumpang Terdampak
-
Bak Roller Coaster, Atletico Madrid Kini Giliran Kalah Telak dari Rayo Vallecano
-
Domino Bukan Sekadar Permainan: Intip Transformasinya Jadi Olahraga Pikiran Profesional di Makassar
-
Bandung Darurat Kualitas Udara dan Air! Ini Solusi Cerdas Jaga Kesehatan Keluarga di Rumah
-
Lebih dari Sekadar Es Krim, Halocoko Torehkan Rekor MURI Lewat Gerakan Sosial
-
Ingin Liburan ke Jakarta? Ini 7 Tempat Menarik di Jakarta yang Bisa Anda Kunjungi!