Suara Denpasar - Kasus persidangan Irjen Teddy Minahasa digelar Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat, pada, Senin (27/2/2023).
Salah satu terdakwa, Linda Pujiastuti alias Anita alias Anita Cepu memiliki kode sendiri untuk sabu titipan Irjen Teddy Minahasa Putra.
Linda mengaku punya hubungan spesial dengan mantan Kapolda Sumatera Barat tersebut.
Linda yang 10 tahun lalu bertemu Irjen Teddy Mantan saat bekerja sebagai guest relation officer layanan pijat Hotel Classic, mengungkapkan hubungan khususnya dengan sang jenderal bintang dua.
Dilansir dari Suara.com pengakuan itu disampaikan wanita yang akrab disapa Mami Linda itu saat dirinya dihadirkan menjadi saksi untuk terdakwa Teddy Minahasa di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.
Dalam sidang kali ini, selain Linda. AKBP Doddy Prawiranegara turut dihadirkan sebagai saksi.
"Keduanya coba diperhatikan ini, ada terdakwa dihadirkan di persidangan ini. Coba lihat dulu, kedua saksi kenal dengan terdakwa ini?" ujar Hakim Ketua Jon S kepada Linda dan Dody.
"Kenal Yang Mulia," jawab keduanya
Hakim Jon kemudian bertanya kembali, soal apakah ada hubungan kekeluargaan antara mereka.Saat itulah Linda mengaku dirinya punya hubungan spesial dengan Irjen Teddy Minahasa.
Baca Juga: Bubarkan Fans Thofu, Frans Faisal Juga Minta Netizen Setop Halu Jodoh-jodohin Fuji dan El Rumi
"Apakah ada hubungan keluarga dengan terdakwa?" tanya hakim.
"Tidak ada, Yang Mulia" jawab Dody.
"Tidak ada, Yang Mulia. Tapi, kami ada hubungan khusus dan spesial," jawab Linda.
Mendengar pengakuan Linda, Hakim Jon lalu menyampaikan akan mendalami perihal ini saat proses pemeriksaan saksi.
Tak hanya mengaku punya hubungan spesial dengan Irjen Teddy Minahasa, Linda juga menyebut dirinya sebagai informan dan banyak membantu polisi.
"Saya banyak membantu polisi, sebagai informan. Kalau ada barang mau masuk dari luar negeri masuk Indonesia. Kalau saya ada info, saya infokan ke Polri," kata Linda jawab pertanyaan Hakim terkait pekerjaannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026