Suara Denpasar – Setiap individu terlahir dengan kepribadian yang unik dan berbeda-beda antar individu. Setiap kepribadian itu juga mempengaruhi dunia kerja terhadap setiap individu.
The Big Five Personality yang dikembangkan oleh McCrae adalah salah satu teori kepribadian yang mengaitkan dengan karier.
Dikutip dari Yoursay.suara.com McCrae menjelaskan dalam tulisannya yang berjudul 'Social Consequences of Experiential Openness' menjabarkan lima faktor kepribadian sebagai representasi dari struktur trait yang menjadi dimensi utama dari kepribadian seseorang.
Apa saja itu? berikut lima tipe kepribadian dalam karir berdasarkan dalam teori McCrae.
1. Neuroticism
Feist dan Feist (2018) menjelaskan bahwa individu yang memiliki skor tinggi pada faktor neuroticism cenderung mudah cemas dalam menghadapi sebuah tekanan, selain itu terdapat indikasi emosional dan mudah rapuh ketika mengalami stres.
Sebaliknya, bagi individu yang memiliki skor rendah cenderung tenang dalam menghadapi segala situasi.
2. Extroversion
Extroversion dihubungkan dengan hubungan sosialnya dengan orang lain. Robbins dan Judge dalam bukunya organizational behavior menyebutkan bahwa seseorang dengan kepribadian ekstrovert cenderung suka berteman, cukup tegas dalam bertindak dan ramah sedangkan introvert cenderung pendiam, pemalu dan tenang.
Baca Juga: 6 Film Indonesia yang akan Tayang di Bioskop Maret, Mana yang Kamu Tunggu?
Faktor kedua ini cukup populer di kalangan masyarakat dan bahkan menobatkan dirinya sebagai orang yang ekstrovert maupun introvert.
3. Conscientiousness
Feist dan Feist (2008) pada umumnya orang yang memiliki skor tinggi pada faktor conscientiousness merupakan individu yang pekerja keras, tepat waktu dan tekun dalam mengerjakan tugas serta tanggung jawabnya.
Sebaliknya, pribadi yang rendah skor cenderung tidak terorganisasikan, cenderung malas, ceroboh dan tidak berarah-tujuan serta cukup mudah menyerah jika dihadapkan dengan situasi yang sulit.
4. Agreeableness
Faktor ini berhubungan dengan kepatuhan seseorang kepada orang lain. Orang dengan tingkat agreeableness yang tinggi merupakan individu dengan kecenderungan bersikap kooperatif, hangat dalam menjalin hubungan, serta memiliki kepercayaan atau mudah percaya kepada orang lain.
Selanjutnya diindikasi sebagai individu yang murah hati, suka meringankan beban orang lain, mudah menerima dan baik hati.
Sementara itu, seseorang yang mendapat skor rendah pada faktor agreeableness merupakan individu yang memiliki kecenderungan antagonistik penuh kecurigaan dalam berhubungan dengan orang lain, kurang ramah, mudah kesal jika suatu keadaan tidak sesuai dengan yang diharapkannya dan mudah mengkritik orang lain (Robbins dan Judge, 2015).
5. Openness to Experience
Faktor yang terakhir yaitu berkaitan dengan upaya individu dalam mencari pengalaman hidupnya. Heller (2002) menyebutkan bahwa openness to experience berkaitan dengan kreativitas dan artistik.
Individu dengan karakteristik skor openness to experience yang tinggi cenderung kreatif, mampu berimajinasi, penuh rasa penasaran, terbuka dalam perubahan serta memiliki pandangan luas.
Sedangkan individu dengan skor rendah cenderung konvensional, rendah hati, serta tidak terlalu penasaran terhadap sesuatu.
Jadi, wajar jika sebuah perusahan melakukan tes kepribadian untuk memastikan ketepatan kandidat yang dipilih, sehingga pelaksanaan psikotes yang dilakukan pada tahapan seleksi merupakan langkah untuk mendapatkan review kandidat yang sesuai dengan posisinya. (*/Ana AP)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Jejak Mentereng Kasatgas Pangan Brigjen Ade Safri, Ungkap 4 Kasus Besar Sepanjang Februari
-
Garda Revolusi Iran Disebut Tutup Selat Hormuz, Mengapa Dunia Harus Panik?
-
Petenis Rusia Daniil Medvedev Terjebak di Dubai Usai Serangan AS-Israel ke Iran
-
Piala Dunia 2026 Terancam, FIFA Respons Serangan AS-Israel ke Iran
-
Serangan AS-Israel ke Iran: Dentuman Keras di Riyadh, Bagaimana Nasib Cristiano Ronaldo?
-
Yandri Susanto Pasang Target Tinggi, PAN Cilegon Diminta Jadi Pemenang Pileg 2029
-
Marcella Santoso Mengaku Korban Mafia Peradilan, Penegak Hukum Minta Uang ke Anak Buah
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Mayat Tanpa Busana Mengambang di Sungai Blobo Malang, Identitas Korban Masih Misteri
-
Harimau Sumatera Dekati Tim Pagari Agam Saat Pasang Kamera Jebak, Jarak Cuma 5 Meter