/
Rabu, 01 Maret 2023 | 14:45 WIB
Pihak FSGI Nilai Aturan Pergi Sekolah Jam 5 Pagi Kebijakan yang Tidak Tepat (Pixabay)

Suara Denpasar- Polemik kebijakan sekolah jam 5 pagi yang dibuat oleh gubernur NTT terus bergulir. Kali ini Sekjen FSGI Heru Purnomo turun tangan langsung dalam menindak aturan tersebut .

Tentunya pihak FSGI tidak memberi izin kepada siswa untuk kesekolah jam 5 pagi pasalnya bias membahayakan tubuh.

Menurut Sekjen FSGI Heru Purnomo, kebiijakan tersebut tidak berpihak pada kepentingan siswa. Secara tegas pihak FSGI meminta agar pemprov NTT dapat merombak kembali kebijakan tersebut seperti dilansir dari Antara.

Pihak FSGI mengumpulkan opini dari para guru dan orang tua dikepulauan NTT, terkait dengan kebijakan tersebut.

Hasilnya para orang tua siswa tidak setuju dengan kebijakan tersebut.

Ada banyak pertimbangan yang mendasari ketidaksetujuan mereka terhadap kebijakan sekolah jam 5 pagi, misalnya soal faktor keamanan anak saat di perjalanan menuju sekolah, soal transportasi yang cukup sulit di pagi hari.

Tak hanya itu, kesiapan orang tua di rumah dalam menyediakan sarapan dan pertimbangan kesehatan anak juga menjadi bagian dari pertimbangan apabila kebijakan itu benar-benar diterapkan.

Tampaknya ada dampak buruk pada anak, misalnya mereka menjadi kurang tidur lantaran harus bangun lebih awal daripada yang semestinya. (*/Dinda)

Baca Juga: Lebih Bagus untuk Kulit, Ini 5 Manfaat Jarang Memakai Make Up

Load More