Suara Denpasar – Kabar prahara rumah tangga yang tengah dihadapi Indra Bekti terus menjadi sorotan publik. Pasalnya, baru saja pulih dari pendarahan otak yang dialaminya, presenter itu kini kembali ditimpa gugatan cerai dari wanita yang telah dinikahinya selama dua belas tahun.
Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, Aldilla Jelita atau akrab disapa Dhilla dikabarkan telah mengajukan gugatan cerai pada Senin, 27 Februari 2023 lalu ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan.
Kabar yang datang secara mendadak itu sontak langsung menciptakan berbagai macam spekulasi terkait alasan dibalik alasan perpisahan keduanya.
Bahkan, publik mulai menduga perceraian tersebut disebabkan karena sang istri tak mau mengurus Indra Bekti yang sedang sakit hingga masalah finansial.
Setelah bungkam beberapa waktu, Indra Bekti melalui manajernya Roy Manella, akhirnya menampik kabar miring tersebut.
“Saya bisa klaim bukan karena alasan finansial, sakit atau karena sudah gak bisa kerja, bukan seperti itu. Aku tahu sekali, kalau uang ada yang masuk ke rumah sakit, ada yang ke rekening pribadi yang dipegang oleh sang istri,” ucap Roy, dikutip dari Intens Investigasi pada Rabu (1/3/2023).
Selain itu, Indra Bekti pun turut mengungkapkan bahwa hubungan keduanya masih terlihat baik-baik saja.
“Mungkin ini waktunya untuk kita bersama-sama saling berpikir dulu. Sehingga kita saling istirahat dulu ya, tapi baik-baik aja semuanya gitu. Jadi pihak saya baik, pihak sana juga baik,” tutur Indra Bekti.
Meskipun demikian, pria berdarah Jawa-Minang itu juga tak menampik bila ia masih membutuhkan sosok Dhilla untuk menguatkan dirinya.
“Seharusnya memang satu orang itu (Dhilla) yang menguatkan, namun ternyata kita lagi jauh dulu,” tutur Indra saat ditanya mengenai proses pemulihan penyakitnya.
Sementara itu, pengacara Aldilla menjelaskan bahwa kliennya juga masih berat untuk mengambil keputusan tersebut.
“Setelah mengeluarkan keputusan ini, Dhilla juga masih berat. Tapi ini harus diambil buat keduanya. Yang penting jangan sampai ini menyakiti salah satu pihak, khususnya anak,” tutur Milano Lubis.
“Dhilla juga masih sedih. Kemarin juga teleponan, dia masih kayak ‘aku kayak gimana ya bang, gimana ya’ jadi masih kayak gitu. Dua-duanya masih sedih kok. Cuman ini memang yang terbaik untuk mereka,” tambah Milano. (Rizal/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Bukan Tanpa Alasan, Ini Penyebab Utama Proyek Pengolahan Sampah di DIY Tertunda
-
Gebrakan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Hapus Pajak Kendaraan Tahunan, Pemilik Mobil Untung Jika...
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen
-
Mengapa Belum Ada Striker Arab Saudi Sekelas Sami Al-Jaber Jelang Putaran Final Piala Dunia 2026?
-
Zulfan Hasdiansyah Soroti Peluang Pendidikan Global di MEYS 2026
-
Bene Dion Akhirnya Ibadah di Gereja Lagi, Berkat Diajak Suster dengan Cara 'Agak Laen'
-
Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak
-
BGN Sebut MBG Gerakkan Ekonomi Hingga Rp16,8 Miliar per Hari di Kalbar
-
Tunduk ke Pemprov Jabar, Pemkab Bogor Pastikan Hanya Tambang Legal yang Boleh Beroperasi