Bisnis / Keuangan
Selasa, 12 Mei 2026 | 19:07 WIB
Harga Elektronik seperti AC dan TV mulai melonjak setelah pelemahan rupiah yang menembus level Rp17.500 per dolar AS. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].
Baca 10 detik
  • Kurs tembus Rp17.500 per dolar AS, level terendah sepanjang sejarah.
  • Harga TV dan AC naik hingga 5% akibat biaya impor yang membengkak.
  • Penjualan turun drastis karena konsumen terkejut dengan kenaikan harga mendadak.

Suara.com - Nilai tukar Rupiah yang terperosok hingga menyentuh level psikologis terburuknya sepanjang sejarah, yakni Rp17.500 per dolar AS, mulai memberikan dampak destruktif secara langsung di sektor riil. Pasar elektronik menjadi salah satu korban pertama yang paling terdampak, di mana harga barang-barang kebutuhan rumah tangga melonjak secara mendadak.

Di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, suasana lesu mulai menyelimuti para pedagang. Agung, salah satu pelaku usaha ritel elektronik, mengungkapkan bahwa dirinya terpaksa menaikkan harga jual produk seperti TV dan AC setelah distributor memberikan harga baru secara tiba-tiba tanpa pemberitahuan sebelumnya.

"Kenaikan sudah ada, sekitar 2 persen sampai 5 persen. Paling signifikan itu TV sama AC," keluh Agung saat ditemui, Selasa (12/5/2026).

Lonjakan harga ini dipicu oleh ketergantungan industri elektronik terhadap komponen impor dan distribusi global yang menggunakan mata uang dolar AS. Mirisnya, produk yang dilabeli merek lokal pun tidak luput dari kenaikan harga karena rantai pasokannya tetap terikat dengan kurs asing.

Harga Elektronik seperti AC dan TV mulai naik karena pelemahan rupiah. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].

Kondisi ini menciptakan guncangan di sisi permintaan. Konsumen yang datang dengan ekspektasi harga lama terkejut melihat label harga baru, yang berujung pada penurunan minat beli secara drastis.

"Pengaruh sekali, yang beli jadi lebih sedikit. Orang-orang kaget karena kemarin masih murah, sekarang tiba-tiba naik," tambah Agung.

Pelemahan Rupiah yang tak terkendali ini dikhawatirkan akan terus menekan daya beli masyarakat dan mengancam keberlangsungan usaha ritel kecil jika pemerintah tidak segera mengambil langkah stabilisasi yang konkret.

Load More