Suara Denpasar – Kepolisian Resor (Polres) Sukabumi tengah menyelidiki kasus tewasnya seorang pelajar kelas 5 SDN Sirnagalih, akibat dugaan serangan geng motor pelajar SMP saat hendak pulang ke rumahnya di Kampung Citepus PAM, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
“Kami masih menyelidiki kasus dugaan penyerangan dan penganiayaan pada jam pulang sekolah hari ini dan mengakibatkan seorang pelajar SD berinisial Ra (12), laki-laki, meninggal dunia,” kata Kasat Reskrim Polres Sukabumi AKP Dian Purnomo, dikutip dari Antaranews, Minggu (5/3/2023).
Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (4/3/2023) siang hari sekitar pukul 11.30, bermula saat korban bersama beberapa rekannya hendak pulang dari sekolah dengan berjalan kaki.
Menurut kesaksian pedagang siomay yang kerap mangkal di SMP 3 Palabuhanratu, Aji (40) mengatakan korban memang setiap harinya pulang dengan cara jalan kaki dan sesekali dijemput oleh orang tuanya.
Korban yang saat itu sedang berjalan kaki sempat bercanda dengan teman-teman sebayanya, dan sempat diberi tahu oleh penjual siomay agar tidak bercanda di pinggir jalan lantaran khawatir terserempet mobil.
Tak berselang lama, tiba-tiba datang segerombolan oknum pelajar SMP dengan menggunakan sepeda motor, membawa bendera mirip warna bendera Belanda sambil mengacungkan senjata tajam jenis celurit.
Tanpa diduga, korban yang tidak tahu apa-apa secara mendadak diserang dan dibacok begitu saja oleh segerombolan pelajar itu hingga bagian lehernya terluka parah.
Usai melakukan aksinya, para pelaku pun langsung kabur begitu saja meninggalkan korban yang meminta tolong kepada warga sembari menangis dan memegang lehernya yang terluka parah akibat sabetan benda tajam.
Warga yang melihat kejadian itu langsung menolong dan membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palabuhanratu. Naasnya, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan karena luka parah yang dialaminya.
Baca Juga: Bukan Cari Sensasi, Usai Keluar Dari Ikatan Cinta Amanda Manopo Akan Bangun Masjid
Meski begitu, Polres Sukabumi melaporkan bahwa saat ini pihaknya telah mengantongi identitas para pelaku dan masih dalam proses pengejaran.
“Identitas para pelaku sudah kami kantongi dan para sedang dalam pengejaran,” ujar Dian. (Rizal/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
Terkini
-
Harapan Baru Pasca Musibah, Universitas Budi Luhur Beri Beasiswa Nusantara untuk Siswa Aceh Tamiang
-
Perangi Hoaks di Medsos, Puluhan Siswa SMKN 1 Cilegon Digembleng Ilmu Jurnalistik
-
Siapa Ahmad Nasuhi? Terpidana Korupsi Masjid Sriwijaya yang Kini Jadi Sorotan Usai Kecelakaan Maut
-
QRIS BSB Mobile Tidak Bisa Digunakan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
-
Klasemen Akhir Grup A Piala AFF U-19 2026: Timnas Indonesia Lolos ke Semifinal
-
Ngeri! Kamp Timnas Swiss dan Norwegia di Piala Dunia 2026 Berada di Sarang Ular
-
Ahmad Nasuhi Tabrak 5 Orang hingga 2 Tewas, Mengapa Eks Terpidana Korupsi Ini Sudah Bebas?
-
Timnas Indonesia Lolos Semifinal Piala AFF U-19 2026 Usai Kalahkan Vietnam
-
Terdampak Rupiah Melemah, Baskara Putra Ngeri Harga Kebutuhan Makin Mahal
-
Bisakah Kanada Lolos Fase Gugur untuk Pertama Kali? Intip Kekuatan The Reds di Piala Dunia 2026