Suara Denpasar – Legenda Persija Jakarta, Bambang Pamungkas menyebut penambahan kuota pemain asing bagi klub sepakbola akan berdampak buruk untuk Timnas Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan Bambang Pamungkas saat menghadiri Podcast, Youtube Sport77 Official yang dipandu Mamat Alkatiri dan Riphan Pradipta.
Dijelaskannya, bertambahnya kuota pemain asing pada setiap klub akan mempengaruhi Timnas, khususnya akan kekurangan striker.
Nampaknya apa yang disampaikan, eks striker Persija Jakarta itu terjadi saat ini. Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong mengeluhkan sulitnya mencari striker di Indonesia.
Menurut BP sapaan akrabnya, kesulitan mencari striker bagi pesepakbola indonesia disebabkan oleh aturan Federasi Sepakbola Indonesia.
Dikatakan BP di awal menjadi pemain sepakbola era 90an hingga 2000an, formasi pemain banyak menggunakan 3-5-2 atau 5-3-2.
“Dengan dua striker. Waktu itu pemain asing ada empat dan hanya tiga yang boleh dimainkan bersamaan,” kata BP dilansir suara Denpasar dari Youtube Sport77 Official yang rilis pada Senin (7/3/2023).
Dengan tiga pemain asing, lanjut dia, maka logika nya, untuk posisi stoper, gelandang dan striker.
“Artinya akan ada 1 sisa slot striker pemain lokal. kan tidak mungkin nyari 2 strike asing, terus tengah siapa," ucapannya karena tim membutuhkan keseimbangan.
Baca Juga: Sosok Siswa SMK Semarang yang Bobol Keamanan Google: Belajar Autodidak, Dihadiahi Rp 75 Juta
Lanjut dia, kemudian 2007 ada kebijakan boleh menggunakan lima pemain asing dan kelimnya boleh main.
“Ketika Lo punya lima pemain asing posisi mana yang akan dipergunakan,” tanya Bambang.
“Dua striker, satu gelandang dan 2 bek,” jawab Mamat Alkatiri.
Dengan demikian, kata bambang, kemungkinan pemain muda menjadi striker itu makin sulit. Terlebih kecil kemungkinan pemain asing lebih banyak di cadangan.
“Itu membuat posisi striker itu tidak pernah dicita-citakan oleh pemain Indonesia,” katanya.
Kemudian seiring perkembangan, formasi pun berubah menjadi 4-3-3 dengan 1 striker dan 2 pemain sayap.
“Dari sana kemudian pemain lebih suka main di sayap,” tegas pemain yang awalnya berposisi sebagai gelandang serang itu.
Bagi dia pembuahan formasi bukan hal masalah, yang menurutnya salah adalah kebijakan menggunakan lima pemain asing.
Kebijakan dengan lima pemain asing itu sebuah kesalahan," tegas BP. (*/Dinda)
Berita Terkait
-
Shin Tae-yong Tahu Persis Kekuatan Uzbekistan, Timnas Indonesia U-20 Pasti Menang?
-
Justin Hubner Dipanggil Timnas Belanda U-20, PSSI Menolak Panik
-
Indra Sjafri: Tak Masalah Jika Timnas Indonesia U-22 Tanpa Pemain Luar Negeri di SEA Games 2023
-
CEK FAKTA: Timnas Indonesia ke Perempat Final Piala Asia U-20 usai Hajar Uzbekistan 1-0, Benarkah?
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
-
Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Luhut Bawa Chatib Basri ke Istana, Ini Tujuannya
-
Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana
Terkini
-
Shin Tae-yong Merapat ke Persija, Erick Thohir Ucap Dua Kata Singgung Kualitas
-
Mengapa Anak di Bawah Umur Masih Bisa Masuk Tempat Hiburan Malam di Pontianak?
-
Bupati Tegaskan Karawang Anti Gay, Dedi Mulyadi Dorong Tindakan Nyata di Lapangan
-
5 Fakta Mengapa Persija Memilih Shin Tae yong, Nomor 3 Paling Ditunggu Jakmania
-
6 Fakta Miris Penyerangan Basecamp Viking Kragilan Serang
-
Kasus Bocah Jasinga Tewas Diserang Anjing, Polisi Tetapkan Pemilik Berinisial Y
-
Sikapi Pesta LGBT Karawang, Dedi Mulyadi Gagas Pembinaan di Barak Militer
-
Apa Itu Jakarta Urban Knowledge Hub? Inisiatif yang Disiapkan untuk Masa Depan Jakarta
-
Biang Kerok Polusi Udara di Tangerang
-
Viral Pesta Gay di Karawang, Polda Jabar Tetapkan 3 Tersangka Terkait Video Cabul