Suara Denpasar – Dalam rekonstruksi kasus penganiayaan David Ozora Latumahina, AG diketahui sempat merokok ketika mantan David mulai dianiaya oleh tersangka Mario Dandy.
Perilaku AG yang masih dibawah umur ini tentu menjadi salah satu kebiasaan buruk yang dialami remaja di Indonesia.
Dikutip dari laman kemenkopmk.go.id, hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2018 menunjukkan bahwa prevalensi perokok remaja berusia 10-18 tahun adalah 9,1 dan 22 dari 100 remaja telah mengonsumsi rokok.
Padahal, merokok adalah kebiasaan yang membahayakan kesehatan. Namun, perokok remaja di Indonesia masih cukup tinggi dan terus bertambah.
Lantas, apa penyebab remaja merokok? Dilansir dari yoursay.suara.com dari kemkes.go.id ada beberapa penyebab remaja di bawah umur merokok.
Coba-coba
Remaja diketahui memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap hal-hal baru yang belum pernah merejka coba.
Hal inilah yang membuat mereka mulai mengonsumsi rokok. Awalnya memang coba-coba, tapi kandungan nikotin yang terdapat pada rokok membuat mereka menjadi kecanduan.
Ingin terlihat keren
Bagi remaja, melakukan hal-hal yang dilakukan orang dewasa adalah keren. Rokok, bagi mereka adalah kebiasaan yang dapat menujukkan sisi maskulin.
Baca Juga: Ini Berbagai Komitmen DPR RI Optimalkan Kerja untuk Rakyat
Sehingga, bagi remaja mengonsumsi rokok membuat mereka merasa lebih percaya diri karena dapat menunjukkan bahwa dirinya adalah seseorang yang tangguh.
Lingkungan sekitar
Lingkunagn pertemanan maupun lingkungan keluarga dapat mempengaruhi sorang remaja merokok.
Ketika seorang anak melihat orang-orang di sekitar mereka merokok. Mereka akan beranggapan bahwa merokok adalah kebiasaan yang tidak apa-apa dilakukan.
Anggapan merokok bisa menghilangkan stres
Banyak orang, baik remaja maupun dewasa mengganggap merokok dapat menghilangkan stres menjadi sebuah kepercayaan yang membuat mereka mulai berpikir untuk merokok.
Maka tak heran jika mereka akan melampiaskan rasa stres dengan merokok.
Itulah, 4 alasan kenapa para remaja merokok. Penting bagi orangtua untuk mengedukasi anak-anaknya agar tidak merokok.
Bahaya yang ditimbulkan dari rook mungkin tidak terasa saat ini, namun pada tahun berikutnya bisa lebih parah. (*/Ana AP)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!