- Kolonel Inf Heri Heryadi bersaksi di Pengadilan Militer Jakarta pada 6 Mei 2026 terkait kasus penyiraman air keras.
- Dua terdakwa prajurit TNI berupaya mengelabui atasan dengan memberikan keterangan palsu mengenai penyebab luka bakar di tubuh mereka.
- Hasil koordinasi internal Denma BAIS mengungkap keterlibatan empat anggota dalam aksi penyerangan terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus tersebut.
Suara.com - Sidang lanjutan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, kembali digelar di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Dalam persidangan, Komandan Detasemen Markas (Dandenma) BAIS TNI, Kolonel Inf Heri Heryadi, hadir memberikan kesaksian terkait gelagat mencurigakan dua anak buahnya.
Terdakwa I Sersan Dua Edi Sudarko dan Terdakwa II Letnan Satu Budhi Hariyanto sempat mencoba mengelabui atasan mereka saat dimintai keterangan awal di Denma BAIS TNI.
Heri mengungkapkan, kedua prajurit memberikan jawaban yang tidak konsisten saat diinterogasi mengenai luka bakar yang mereka derita.
"Mereka menjawabnya agak berbelit-belit," beber sang komandan.
Saat pertama kali ditanya mengenai penyebab luka, kedua terdakwa berdalih mengalami insiden kecil.
"Yang pertama pas ditanya kenapa, tersiram air panas," kisah Heri.
Kecurigaan sang atasan mulai mencuat lantaran dua personelnya secara bersamaan menderita luka serupa di waktu yang berdekatan.
Ditambah lagi, kondisi visual luka Serda Edi yang terlihat hangus di bagian wajah, dada dan tangan, diyakini bukan sekadar melepuh layaknya terkena air mendidih.
Baca Juga: Kesaksian Warga soal Pengeroyokan Penjaga Warung di Kemayoran: Saya Anggota, Jangan Ikut Campur!
Begitu pula dengan Lettu Budhi, yang terlihat mengalami luka dengan ciri identik di tangan kanan.
"Kalau memang tersiram air panas, biasanya melepuh. Ini gosong, mungkin sekitar 80 persen," terang Heri.
Heri pun terus mencecar kedua pelaku untuk mendapatkan kebenaran, namun mereka enggan membeberkan kronologi sebenarnya dan hanya memberikan respons singkat.
"Saya tanya lebih dalam lagi, mereka hanya bilang siap salah," kata dia.
Karena keterbatasan instrumen pemeriksaan, Heri segera memerintahkan jajarannya untuk memberikan perawatan medis sebelum melakukan pendalaman lebih lanjut.
"Sudah, saya tinggal saja. Saya perintahkan Kapten Suyanto untuk melanjutkan perawatan, kami kembali ke ruangan," paparnya.
Pihak Denma BAIS kemudian memutuskan untuk berkoordinasi dengan Direktorat D bagian pengamanan, guna mengusut tuntas penyebab luka kedua anggota mereka.
Dari situ, baru diketahui bahwa ada empat anggota Denma BAIS yang terlibat dalam aksi penyiraman air keras terhadap Andrie.
Berita Terkait
-
Hakim Siap Jemput Bola! Andrie Yunus Absen Sidang Demi Operasi Cangkok Kulit Akibat Air Keras
-
Kritik Pelibatan TNI dalam Pembekalan LPDP, TB Hasanuddin: Perlu Dikaji, Tak Sesuai Tupoksi!
-
Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto
-
Kesaksian Warga soal Pengeroyokan Penjaga Warung di Kemayoran: Saya Anggota, Jangan Ikut Campur!
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!