-
Sebanyak 2.702 warga Lebanon tewas dan 8.311 terluka akibat serangan militer Israel sejak Maret.
-
Gencatan senjata yang diinisiasi Amerika Serikat gagal menghentikan gempuran udara di Lebanon selatan.
-
Hizbullah merespons agresi Israel dengan meluncurkan 12 operasi tempur di sepanjang wilayah perbatasan.
Suara.com - Tragedi kemanusiaan di Lebanon semakin memburuk setelah jumlah angka kematian akibat gempuran militer Israel resmi melampaui angka 2.700 jiwa.
Lonjakan korban ini membuktikan bahwa intensitas serangan udara dan artileri tetap tinggi meski jalur diplomasi internasional sedang diupayakan.
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa zona pemukiman di wilayah selatan menjadi titik paling menderita akibat hantaman proyektil militer Israel.
Kementerian Kesehatan Lebanon merilis akumulasi data yang sangat memprihatinkan mengenai dampak fisik dari agresi bersenjata tersebut.
"Data akhir akibat agresi Israel dari 2 Maret hingga 5 Mei: 2.702 tewas dan 8.311 terluka," kata Kemenkes Lebanon melalui pernyataan, Selasa (5/5).
Laporan terbaru menunjukkan penambahan enam nyawa yang melayang hanya dalam kurun waktu satu hari pada hari Selasa.
Pesawat tempur Israel secara sistematis menyasar titik-titik strategis dan pemukiman di sejumlah kota bagian selatan negara tersebut.
Wilayah pinggiran Tyre menjadi salah satu lokasi yang mengalami kerusakan parah akibat serangan udara yang diluncurkan secara beruntun.
Di sisi lain, kelompok perlawanan Hizbullah tidak tinggal diam dan terus melakukan upaya balasan terhadap pergerakan pasukan lawan.
Baca Juga: Rekaman Bocor! Benjamin Netanyahu Bongkar Strategi Rahasia Israel Kalahkan Iran
Hizbullah mengonfirmasi telah menjalankan sedikitnya 12 misi tempur yang diarahkan langsung kepada militer Zionis Israel.
Situasi ini memicu pertanyaan besar mengingat adanya kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya telah diinisiasi oleh Amerika Serikat.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah mengeklaim adanya komitmen penghentian kontak senjata antara pemimpin kedua belah pihak.
Pada 16 April, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Pemimpin Otoritas Israel Benjamin Netanyahu sepakat untuk memulai gencatan senjata selama 10 hari, yang kemudian diperpanjang hingga tiga pekan.
Namun fakta yang terjadi di garis perbatasan justru menunjukkan realitas yang sangat kontradiktif dengan pengumuman diplomatik tersebut.
Militer Israel terus mempertahankan operasi udara dan tembakan artileri ke wilayah kedaulatan Lebanon selatan hampir setiap hari.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Rusia Minta Evakuasi Diplomat dari Ibu Kota Ukraina, Eropa Memanas
-
Gaza Kembali Membara! Serangan Israel Tewaskan Kolonel Polisi dan Lukai 17 Orang
-
Tulisan Tangan Terakhir Jeffrey Epstein Dipublikasikan, Isi Pesannya Bikin Geger
-
Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus
-
Kelicikan Zionis Israel, Beirut Selatan Dibombardir Saat Gencatan Senjata
-
Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?