Suara Denpasar – Lebih dari 4 miliar orang di dunia diprediksi akan mengalami kegemukan atau obesitas pada 2035 oleh World Obesity Atlas. Jumlah tersebut setara dengan 51% populasi global.
Mengutip dari Indotnesia.suara.com, obesitas Obesitas merupakan istilah medis untuk menggambarkan seseorang dengan kelebihan lemak tubuh yang tinggi.
Dikutip Indotnesia.suara.com dari BBC, anak-anak diperkirakan menjadi yang paling banyak menderita obesitas. Laporan itu juga menyebutkan obesitas akan memakan biaya hingga lebih dari 4 triliun dolar AS per tahun.
Profesor Louise Baur, Presiden World Obesity Atlas mengatakan perkiraan tersebut merupakan peringatan yang nyata terhadap negara-negara untuk bertindak sekarang atau mengambil risikonya di masa depan.
Laporan World Obesity Atlas secara khusus menyoroti peningkatan obesitas di kalangan anak-anak dan remaja, yang diperkirakan meningkat dua kali lipat dari 2020.
"Pemerintah dan pembuat kebijakan di seluruh dunia perlu melakukan upaya yang mereka bisa untuk menghindari biaya kesehatan, sosial, dan ekonomi yang dibebankan kepada generasi muda," ujarnya.
Sebanyak 9 dari 10 negara dengan perkiraan peningkatan obesitas terbesar secara global adalah negara-negara berpenghasilan rendah atau menengah ke bawah di Afrika dan Asia.
Penyebabnya adalah tren makanan yang diproses menjadi lebih tinggi dan kebijakan yang lemah untuk mengontrol pasokan dan pemasaran makanan. Selain itu, layanan kesehatan dengan sumber daya yang kurang baik untuk membantu manajemen berat badan dan pendidikan kesehatan.
Sedangkan di Indonesia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengkhawatirkan meningkatnya jumlah pengidap obesitas. Data Kemenkes menyebutkan satu dari tiga orang dewasa di Tanah Air mengalami obesitas. Sementara, satu dari lima anak usia 5-12 tahun mengalami kelebihan berat badan dan obesitas.
Baca Juga: Penyebab dan Gejala ADD, Diagnosa untuk Pangeran Harry dari Terapis Canada
"Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi obesitas di kalangan orang dewasa Indonesia meningkat hampir dua kali lipat dari 19,1 persen pada 2007 menjadi 35,4 persen pada 2018," kata Ketua Bidang Organisasi Himpunan Studi Obesitas Indonesia (HISOBI) dr. Dicky Levenus Tahapary, Sp.PD-KEMD, PhD. (Rizal/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi