Suara Denpasar – Timnas Indonesia akan menghadapi Timnas Burundi dalam laga FIFA match day.
Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong telah menyiapkan racikan terbaik bagi skuad garuda untuk menghadapi Burundi.
Termasuk memasukkan sejumlah pemain naturalisasi dan keturunan ke Timnas Indonesia.
Beredar kabar, beberapa pemain naturalisasi seperti Sandy Walsh dan Shayne Pattynama telah tiba di Indonesia untuk memperkuat skuad asuhan Shin Tae Yong.
Kabar tersebut diunggah oleh channel YouTube Timnas Jawara pada Senin (13/3/2023).
“GAK MAU KETINGGALAN MOMEN, 2 PEMAIN NATURALISASI INI TERBANG KE INDONESIA JELANG FIFA MATCHDAY,” begitu judul video tersebut.
Kini video berdurasi 3 menit 47 detik tersebut telah ditonton sebanyak 4,8 ribu pengguna YouTube sejak pertama diunggah.
Lantas benarkah dua pemain naturalisasi tersebut telah tiba di Indonesia dan tampil di FIFA Match Day?
CEK FAKTA
Baca Juga: Band Radja Dapat Ancaman Akan Dibunuh Usai Manggung di Johor Malaysia, Ini Kronologinya
Setelah dilakukan penelusuran oleh Suara Denpasar, narrator pada video tersebut tidak menampilkan bukti yang valid terkait kedatangan pemain naturalisasi ke Indonesia.
Narator justru hanya menyebutkan nama-nama pemain yang abroad ke luar negeri dan pemain naturalisasi yang dimungkinkan dipanggil oleh Timnas Indonesia.
“Timnas Indonesia pun sibuk dengan sejumlah persiapan. Termasuk memanggil para pemain andalan yang merumput di luar negeri, seperti Jordy Amat, Sandy Walsh, Shayne Pattynama, Elkan Baggott, Asnawi Mangkualam, dan Pratama Arhan. Bahkan kedua pemain Sandy Walsh dan Shayne Pattynama sudah tiba di Indonesia,” ujar narrator dalam video tersebut.
Sementara bila melihat postingan Instagram story dari Shayne Pattynama, pemain keturunan Indonesia Belanda tersebut masih aktif membela klubnya Viking FK.
Begitupun dengan Instagram Sandy Walsh yang tidak nampak tanda-tanda bahwa pemain yang berposisi pada bek tersebut sedang melakukan perjalanan ke Indonesia.
Bahkan hingga saat ini PSSI belum merilis sejumlah nama yang dipanggil Shin Tae Yong untuk tampil pada FIFA Match Day.
Dilansir dari laman PSSI, PSSI baru merilis venue yang akan digunakan untuk FIFA Match Day.
"Setelah kami melakukan pengecekan langsung dan diskusi, kami memilih Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi sebagai lokasi pertandingan FIFA Match Day melawan Burundi,” kata Wakil Ketua Umum PSSI Zainudin Amali dikutip Suara Denpasar pada Selasa, (14/3/2023).
Sehingga dapat disimpulkan konten dari video berjudul “GAK MAU KETINGGALAN MOMEN, 2 PEMAIN NATURALISASI INI TERBANG KE INDONESIA JELANG FIFA MATCHDAY,” tersebut adalah hoax. (*/Ana AP)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Badai Pasti Berlalu! 5 Shio Ini Akhiri Masa Sulit dan Banjir Rezeki pada 26 Juni 2026
-
Belajar Bisnis Media di Chongqing, Bantu Branding Daerah lewat Influencer
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km