Suara Denpasar – Sebagian orang Islam di Indonesia masih menunggu kapan puasa dimulai melalui sidang isbat. Meskipun, muhammadiyah sendiri sudah menentukan awal puasa tanggal 23 Maret 2023. Lalu, mengapa ada perbedaan penentuan awal puasa? Berikut penjelasannya.
Perbedaan dalam penentuan puasa terjadi karena perbedaan cara perhitungan. Ada dua metode penentuan awal puasa, yaitu Rukyat dan Hisab. Lalu, apa perbedaannya? Melansir dari suara.com, berikut penjelasannya.
Hisab
Dilansir dari suara.com, Hisab adalah perhitungan secara astronomis dalam menentukan posisi bulan sebagai tanda dimulainya awal bulan pada kalender Hijriah metode ini didasarkan pada perhitungan yang dilakukan jauh hari sebelum masuk bulan Ramadhan agar bisa menentukan kapan 1 Ramadhan dimulai.
Di Indonesia terdapat rujukan kitab yang menggunakan metode kontemporer untuk menentukan awal bulan dalam kalender hijriah. Caranya, dengan menggunakan rumus untuk menghitung awal bulan dengan data astronomis. Metode inilah yang digunakan Muhammadiyah dalam menentukan awal Ramadhan sehingga dapat menentukan awal puasa lebih dahulu.
Dasar penentuan kapan bulan baru dalam penanggalan qamariah dimulai, termasuk 1 Ramadhan, 1 Syawal, dan 1 Zulhijah menggunakan Hisab hakiki wujudul hilal.
Rukyat
Metode Rukyat dilakukan dengan mengamati bulan secara langsung dengan menggunakan teropong. Aktivitas ini digunakan oleh pemerintah untuk menentukan awal Ramadhan.
Rukyat berfokus pada visibilitas hilal atau bulan sabit muda saat matahari terbenam sebagai pergantian kalender Hijriah. Untuk itu, Kementerian Agama akan memantau ratusan titik di seluruh Indonesia untuk menentukan awal Ramadhan.
Baca Juga: Marhaban Ya Ramadhan, Ini 25 Ucapan Sambut Ramadan yang Bisa Dibagikan pada Keluarga
Demikian, informasi mengenai perbedaan dua metode penentuan awal puasa. Terlepas dari kapan puasa akan dimulai, yang terpenting adalah niat ibadah di bulan Ramadhan. Jangan sampai keimanan kendur, apalagi hanya sebagai alasan balas dendam setelah menahan lapar dan haus seharian. (*/Dinda)
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Coffee Fair Alfamart April 2026: Diskon Kopi Favorit Mulai Rp6 Ribuan, Beli 1 Gratis 1
-
Sudah Bayar Pajak, Motor Justru Hilang di Samsat Palembang, Ini 5 Fakta Mengejutkan
-
Ice Cream Fair Indomaret April 2026: Diskon Besar Hingga 50 Persen, Beli 4 Gratis 2
-
Berani Turunkan Pemain Muda, Hector Souto Buktikan Keputusan Federasi Tak Salah di Piala AFF Futsal
-
Temui Gubernur DKI, PB ORADO Perkuat Dukungan Turnamen Domino
-
Pusing Harga Pakan Naik? Peternak di Lombok Ini Sukses Tekan Biaya Hingga 70 Persen Lewat Maggot
-
Bank Sumsel Babel Permudah Akses Bandara, Tol, dan LRT di Palembang, Cukup Tap Tanpa Antre
-
Rahasia LG Jual 3,2 Juta WashTower, Fokus Konsumen hingga Bidik Pasar Indonesia
-
Persib Perketat Keamanan Jelang Lawan Bali United, Suporter Tamu Dilarang Hadir
-
Petaka di Parkiran Pasar: Nabi Tewas Digorok, Pelaku Dihabisi Massa, Polisi Diam