/
Selasa, 21 Maret 2023 | 16:30 WIB
Larang Israel Berlaga di Piala Dunia U20, Berikut Sanksi yang Bakal Diterima, Kena Banned FIFA hingga Batal Jadi Tuan Rumah? (Instagram: @tolak_israel_di_indonesia)

Suara Denpasar – Penyelenggaraan Piala Dunia  FIFA U20 tahun 2023, direncanakan akan berlangsung di Indonesia pada 20 Mei-11 Juni 2023.

Rencananya, perhelatan tersebut akan diikuti oleh 24 negara. 

Namun, kabarnya Timnas Israel mendapatkan penolakan untuk berlaga di Piala Dunia U-20.

Hal ini dikarenakan kebijakan politik Israel terhadap Palestina, dinilai tidak sesuai dengan kebijakan pemerintah Indonesia. 

Sontak saja, kabar itu pun menjadi sorotan pegiat media sosial Permadi Arya atau akrab dipanggil dengan sebutan Abu Janda. 

Menurut Abu Janda, sebagai tuan rumah yang sudah teken kontrak dengan FIFA, Indonesia wajib menjamin keselamatan seluruh tim yang akan bermain di Piala Dunia U-20, termasuk timnas U-20 Israel.

Maka dari itu, tidak ada alasan bagi Indonesia untuk melarang Timnas Israel berlaga. 

“Yang perlu diingat, Indonesia wajib jamin keselamatan timnas U-20 Israel. Karena kontrak dengan FIFA, tuan rumah wajib jamin keselamatan peserta siapa pun mereka,” tutur Abu Janda, dikutip Suara Denpasar dari Jogja Suara, Selasa (21/3/2023). 

Dia pun mengingatkan kepada pemerintah Indonesia, jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan bisa berimbas pada sanksi berat.

Baca Juga: Karena Aturan FIFA, Pangeran Biru Terpaksa Lepas 4 Pemain Inti Persib Bandung, 2 Sosok Ini Bicara Langsung Dengan Luis Milla

Termasuk, jika berbuat anarkis terhadap Timnas U-20 Israel, maka ada konsekuensi yang harus diterima pemerintah Indonesia.

“Kalau sampai terjadi sesuatu, sepak bola Indonesia bisa kena sanksi FIFA. Jadi nanti kalau ada yang anarkis ke Timnas U-20 Israel, bisa dipastikan niatnya bukan mau bela Palestina. Tapi niatnya mau hancurkan sepak bola Indonesia,” tuturnya. 

Sehingga, ia menyebut bahwa orang-orang yang bersifat anarkis terhadap Israel bukanlah merupakan anti-Israel, melainkan dapat disebut sebagai anti-Indonesia. (*/Ana AP)

Load More