Suara Denpasar-Carlos Raul Sciucatti dekenal sebagai salah satu pemain bola yang malang melintang di liga Indonesia. Meski lahir dan tumbuh di Argentina, pada akhirnya Carlos Raul Sciucatti memutuskan mualaf saat menjadi pesepak bola di Indonesia.
Bagaimana kisahnya?. Awalnya Carlos Raul Sciucatti mulai bermain di sejumlah klub di Indonesia sejak 2008. Dia beberapa kali berpindah klub.
Saking cintanya dengan Indonesia, dia kemudian menetap di Indonesia. Bahkan Carlos memutuskan menjadi warga negara Indonesia.
Lalu, kecintaannya terhadap Indonesia pun membuat dirinya betah. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk mualaf. Demi mendalami ilmu agama, Carlos bahkan sempat berlajar di sebuah pondok pesantren, Assalam Arya Kemuning yang bertempat di Kutai Barat, Kalimantan Timur.
Menjadi warga negara indonesia, Carlos lalu menikahi seorang wanita lokal bernama Esti Puji Lestari. Wanita itu adalah CEO klub Persijap Jepara.
Namun, sebenarnya Carlos sudah memutuskan mualaf sebelum menikahi Puji Lestari. Dirangkum dari berbagai sumber, karie sepak bola Carlos Raul Sciucatti dimulai pada tahun 2006-2007.
Saat itu dia bermain untuk Independiente. Setelahnya dia pindah ke negara Kolombia membela klub Academia. Pada Desember 2007, Charly, sapaan akrab Carloa kemudian dilepas oleh Academia.
Setelah itu dia lalu memutuskan mencoba peruntungannya di sepak bola Indonesia.
Baca Juga: Kabar Duka!! Luna Maya Sedih, Pria Tampan Yang Dekat Dengannya Meninggal Dunia, Ini Sosoknya
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan