/
Sabtu, 25 Maret 2023 | 16:15 WIB
Jusuf Hamka saat berbincang dengan Tengku Wisnu dan Zaskia Sungkar di kanal YouTube The Sungkars pada 15 April 2022 Silam

Suara Denpasar – Bos jalan tol Jusuf Hamka menceritakan kisah kelamnya yang nyaris kehilangan nyawa akibat kecelakaan pesawat jet pribadi. 

Pengakuan pria mualaf keturunan Tionghoa itu dibeberkan saat dirinya menjadi bintang tamu di acara bincang-bincang dengan Tengku Wisnu dan Zaskia Sungkar

Dalam pengakuannya, Jusuf Hamka mengatakan peristiwa tersebut terjadi saat dia bersama keluarganya baru pulang liburan dari Maldives menggunakan pesawat jet pribadi milik adiknya. 

Saat itu, jet pribadi yang seharusnya berada pada ketinggian 33.000 kaki, tiba-tiba turun ke 8.000 kaki saat berada di perairan Jambi sekitar pukul 7 atau 8 malam. 

“Pas pulang di perairan Jambi, kacanya krek retak. Dari ketinggian 33.000 kaki, can you imagine jadi 8.000 kaki,” kata Jusuf Hamka menceritakan kejadian naas yang dia alami, dikutip Suara Denpasar dari kanal YouTube The Sungkars, Sabtu (25/3/2023). 

Beruntungnya pilot yang menyetiri mereka ini cerdas karena langsung membawa pesawat jet pribadi itu memasuki kawasan Jakarta, dengan harapan bisa mendarat di Bandara Halim Perdana Kusuma. 

Namun di sinilah amarah pria yang akrab disapa Babah Alun ini meluap. Hal ini karena pihak bandara yang seharusnya menjadi harapan mereka bisa selamat, justru malah menolak dengan alasan adanya SOP yang tidak mengizinkan siapa pun untuk landing saat bandara akan digunakan presiden. 

Kebetulan saat itu presiden baru pulang dari Malang sehingga area Bandara Halim Perdana Kusuma diharuskan steril selama 45 menit sampai 1 jam. Alhasil mereka pun tidak diperbolehkan untuk mendarat. 

“Begitu di Halim, gak boleh landing karena ada SOP kalau presiden mau berangkat ataupun sudah datang. Itu harus steril 45 menit atau satu jam,” ungkap Baba Alun. 

Baca Juga: Cerita Haru Jusuf Hamka dan Puasa Pertamanya Sebagai Mualaf, Ibunya yang Kristen Sampai Lakukan Ini

Dia merasa hal ini keterlaluan lantaran di saat pilot sudah mengirim kode ‘mayday’ tanda darurat, pihak bandara justu tetap memprioritaskan presiden daripada menyelamatkan mereka yang jelas-jelas butuh pertolongan.  

“Terus saya marah, saya protes kenapa gak dikasih landing dari tadi puter-puter. (Mereka bilang) kan ini ada presiden. Ya kalau ada presiden kan ini ada bahaya harus prioritasin. Ini udah mayday mayday,” begitu protesan dia kala itu. 

Menurutnya, SOP bandara ini sangat kaku. Padahal, ia yakin presiden kalau tahu peristiwa ini pasti akan memproritaskan keselamatan orang lain ketimbang dirinya sendiri. 

“Tapi ini SOP-nya. Kadang-kadang SOP kaku. Presiden juga udah pasti welas asih, tau yang ginian,” katanya. 

Meski begitu, Jusuf Hamka bersyukur karena akhirnya dia bersama keluarganya bisa mendarat dengan selamat dari peristiwa menegangkan itu. 

“Aduh kalau sampe hari itu, gak ketolong bagaimana, kaca bisa pecah. Tapi tau-tau dikasih landing, pemadam kebakaran semua udah stand by di bawah. Begitu kita landing di kawal sama pemadam kebakaran,” pungkasnya menutup kisah kelamnya itu. (*/Dinda)

Load More