Suara Denpasar - Sejumlah pihak menilai bahwa olahraga, khususnya sepak bola, sebaiknya tidak dicampuradukkan dengan politik. Setidaknya itulah yang disampaikan Presiden Joko Widodo melalui channel Youtube Sekretariat Kabinet RI ketika menanggapi beberapa penolakan terhadap Timnas Israel di Piala Dunia U-20. Sebagaimana diketahui, Indonesia menjadi tuan rumah untuk ajang ini.
“Jadi jangan mencampur adukkan urusan olahraga dan urusan politik. Saat ini FIFA juga sudah mengetahui adanya penolakan terhadap keikutsertaan timnas Israel di Piala Dunia U-20. Tapi Pemerintah maupun PSSI masih terus berusaha agar ada solusi terbaik untuk semuanya," ungkap
Namun, sebuah sejarah mengatakan hal lain. Dilansir dari Suara.com, di era 60-an, pertautan antara olahraga sepak bola dan politik begitu kentara. Hal ini dibuktikan dengan lahirnya GANEFO yang diinisiasi Presiden Sukarno.
Sebagian pihak menganggap bahwa GANEFO merupakan bukti kuat dari kehebatan Presiden Sukarno. Terutama dalam menggunakan sepak bola sebagai wahana politik.
Saat itu, 36 negara bergabung dalam GANEFO, yang merupakan akronim dari The Games of the New Emerging Forces.
GANEFO inilah yang kemudian dibentuk sebagai perlawanan politik Komite Internasional Olimpiade (IOC), yang dinilai Presiden Sukarno sebagai alat dari kelicikan imperialisme barat.
IOC sendiri sebetulnya mengklaim bahwa mereka netral sejak awal didirikan. Namun kemudian hal tersebut dibantah Presiden Sukarno.
“Sebuah alat imperialisme,” kata Presiden Sukarno, dilansir dari Suara.com, Rabu, (29/3/2023).
Sebagai Olimpiade tandingan, GANEFO ini kemudian memberikan ancaman dan tantangan yang belum pernah dihadapi IOC sebagai sebuah alat imperialisme barat.
“Olahraga memiliki kaitan dengan politik,” Presiden Sukarno menambahkan.
Untuk diketahui bahwa keanggotaan GANEFO, awalnya terdiri dari Kamboja, Cina, Guinea, Indonesia, Irak, Mali, Pakistan, Vietnam, dan Uni Soviet. (*/Dinda)
Berita Terkait
-
Jokowi dan Dubes Palestina Sepakat Israel Ikut Piala Dunia U-20: Jangan Campur Aduk Urusan Olahraga dan Politik
-
CEK FAKTA: Mahfud MD Ngamuk, Dalang Korupsi Rp300 Triliun Adalah Kaki Tangan Jokowi?
-
Presiden Jokowi Buka Suara Terkait Nasib Piala Dunia U-20 di Indonesia: 'Saya Menjamin Keikutsertaan Israel...'
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Wafat di Usia 74 Tahun, Ini 7 Kontroversi Alex Noerdin: Kasus Korupsi hingga Dana Bagi Hasil Migas
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
Terkini
-
5 Fakta Kasus Satpam Perkosa Siswi SMP di Tuban: Kenalan Lewat Telegram, Disetubuhi di Kos!
-
Hantam Jalan Berlubang di Tanjung Priok, Pengendara Motor Tewas Terserempet Truk
-
Tragedi Jalan Berlubang di Pandeglang, Kasus Tukang Ojek yang Penumpangnya Tewas Dihentikan
-
Lengkap! Jadwal Menu Buka Puasa dan Sahur Gratis di Masjid Kampus UGM Selama Ramadan
-
Wafat di Usia 74 Tahun, Ini 7 Kontroversi Alex Noerdin: Kasus Korupsi hingga Dana Bagi Hasil Migas
-
YLBHI Ingatkan TNI Soal Rencana Kirim 8.000 Pasukan ke Gaza: Tanpa Mandat PBB Bisa Ilegal
-
Disekap dan Diintimidasi di THM Maumere, 12 Korban TPPO Asal Jabar Akhirnya Pulang
-
Jejak Pendidikan Alex Noerdin: Pernah Ikut Program Harvard hingga Kena Kasus Korupsi
-
Berbagi Kebaikan dengan Masyarakat Medan, Bank Mandiri Gelar Buka Puasa, Santunan, Khitanan Gratis
-
Indonesia Tuan Rumah Red Bull Cliff Diving 2026, Tebing T-Rex Nusa Penida Jadi Panggung Adrenalin