Suara Denpasar - Aksi penolakan Perppu Cipta Kerja masih terus berlanjut. Sejumlah elemen mahasiswa, buruh, dan koalisi masyarakat sipil kembali menggelar demonstrasi penolakan Perppu Cipta Kerja menjadi Undang-Undang.
Bahkan di Lampung, dikabarkan sejumlah demonstran ditangkapi aparat kepolisian setempat. Hingga berita ini dimuat, tercatat 30 orang dari massa aksi tolak Perppu Cipta Kerja di Lampung ditangkap aparat.
Sebagian besar mereka terdiri dari mahasiswa, buruh, dan Koalisi Masyarakat Sipil, yang memang selama ini getol melakukan aksi demonstrasi menolak Perppu Cipta Kerja.
"Aksi represivitas oleh aparat adalah pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia & kebebasan demokrasi," tulis akun Twitter @bersihkan_indo, dilansir Suara Denpasar, Kamis, (30/3/2023).
"Kita harus menyuarakan ketidakadilan ini & memperjuangkan kebebasan kawan-kawan kita yang ditangkap," katanya lagi.
Sebelumnya, tercatat sejumlah mahasiswa di Makassar dan Bandung turut melakukan aksi demonstrasi mengecam Perppu Cipta Kerja. Mereka serempak turun ke jalanan untuk melakukan penolakan besar-besaran.
Sementara di Jakarta aksi demonstrasi serupa diinisiasi BEM SI. Dilansir dari Suara.com, ribuan massa dari mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM SI melakukan unjuk rasa di depan gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (30/3/2023).
Galih Riskiawan, selaku Koordinator aksi demonstrasi, menyatakan bahwa dalam aksinya ini, BEM SI melayangkan 2 tuntutan.
Di antaranya, pencabutan UU Cipta Kerja, dan juga mendesak para anggota dewan untuk meninjau ulang pasal-pasal lainnya yang dinilah bermasalah.
Selain itu, BEM SI juga mendesak Ketua DPR RI, Puan Maharani, untuk menemui demonstran. Terutama, agar bisa menyampaikan pendapatnya secara langsung. Dan BEM SI juga mengancam akan menggalang aksi massa dengan lebih masif. (*/Ana AP)
Berita Terkait
-
Merasa Dikhianati, Ribuan Mahasiswa dari BEM SI Bakal Geruduk DPR Tolak UU Cipta Kerja Besok
-
Partai Buruh Pesimis dengan Penyelesaian Perkara Perppu Cipta Kerja di MK
-
Dukung Mahfud MD Hadapi Komisi III, Partai Buruh Bakal Demonstrasi di Depan Gedung DPR Rabu Besok
-
Presiden Jokowi Disambut Demo di Papua, 'Anak Kami Tidak Bisa Sekolah Pak'
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
-
KPK Benarkan Lakukan OTT di Jakarta Hari Ini, Siapa Targetnya?
Terkini
-
Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
-
KPK OTT Pegawai Pajak dan Bea Cukai Sekaligus, Purbaya: Saya Dampingi Tapi Tak Intervensi
-
Benang yang Menjaga Hutan: Kisah Tenun Iban Sadap dari Jantung Kalimantan
-
Masuk Unhas 2026? Ini Rincian UKT Semua Fakultas, Mulai Rp500 Ribu
-
Menpar Widiyanti Bantah Isu Bali Sepi Wisatawan, Ungkap Data 12,2 Juta Kunjungan di 2025
-
Anak Buah Menkeu Purbaya Kena OTT KPK
-
5 Sunscreen Anti Aging Alternatif Sulwhasoo: Harga Lebih Murah, Mulai Rp38 Ribuan
-
Heboh Gimik 'Open to Work' Prilly: Apakah Maaf Saja Cukup Obati Luka Hati Pejuang Kerja?
-
Tragedi Bocah NTT Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku, Mensos Janjikan Bantuan Pendidikan untuk Kakaknya
-
Kritik Kebijakan Pariwisata, Anggota Komisi VII DPR Ini Beri Menpar Widyanti Nilai 50 dari 100