- Anggota Komisi VII DPR RI, Yoyok Riyo Sudibyo, menilai kinerja Menpar Widyanti Wardhana 2025 dengan skor 50 pada 4 Februari 2026.
- Yoyok mengkritik kebijakan kementerian yang dianggap hanya seperti penyelenggara acara tanpa dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.
- Kritik mencakup masalah harga tiket pesawat mahal, infrastruktur wisata rusak, dan minimnya peran Polisi Wisata.
Suara.com - Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Yoyok Riyo Sudibyo, memberikan penilaian rendah terhadap kinerja Menteri Pariwisata (Menpar) Widyanti Putri Wardhana sepanjang tahun 2025.
Hal itu disampaikannya dalam Rapat Kerja di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (4/2/2026).
Yoyok memberikan skor 50 dari 100 karena menilai masih banyak celah dalam kebijakan pariwisata nasional.
Ia menyoroti bahwa klaim pariwisata sebagai penyumbang devisa dan penyerap tenaga kerja besar belum sebanding dengan efektivitas kebijakan di lapangan.
Ia memperingatkan agar Kementerian Pariwisata tidak hanya terjebak menjadi penyelenggara acara tanpa dampak ekonomi yang nyata bagi pelaku wisata di tingkat bawah.
"Cuman kebijakan-kebijakan yang Ibu ambil tahun kemarin, itu kan masih banyak celah dan bolongnya, Bu, dan saya harapkan di 2026 nanti, kebijakan yang Ibu ambil ini semestinya merupakan kebijakan sebagai mesin ekonomi, Bu, sebagai mesin ekonomi," kata dia.
"Jangan pula kementerian Ibu itu nantinya malah justru, mohon maaf nih ya kayak sebagai EO aja itu lho. Jadi semacam event organizer nasional gitu," Yoyok menambahan.
Ia juga menyentil penggunaan anggaran yang dinilai terlalu banyak habis untuk agenda internal kementerian atau seminar di level tinggi.
Yoyok membandingkan anggaran tersebut dengan banyaknya objek wisata milik Pemda yang bangkrut serta kegagalan desa wisata yang dibangun dengan dana desa.
Baca Juga: Salip London hingga Paris, Bali Jadi Destinasi Wisata Terbaik Dunia 2026
Terkait pencapaian personal sang menteri, Yoyok memberikan komentar yang cukup mencolok.
"Maaf nih, Bu. Ibu seorang menteri yang paling cantik nih di kabinetnya Pak Prabowo. Ini kalau kepiawaian Ibu nggak bisa diragukan lagi. Ini kalau Ibu gunakan, pakai untuk bisa nembus seluruh kementerian yang ada hubungannya dengan Ibu, ini kan sangat luar biasa," tuturnya.
Namun, pujian tersebut dibarengi dengan rapor rendah.
"Saya sampaikan, Bu, kalau saya boleh menilai 100, nilai secara ujian bener semua kan 100, saya menilai Ibu masih 50," tegas Yoyok.
Rapor "setengah matang" tersebut diberikan Yoyok karena melihat berbagai fakta di lapangan yang dianggapnya masih berantakan.
Mulai dari harga tiket pesawat yang sangat mahal, infrastruktur jalan menuju objek wisata yang rusak, hingga fasilitas penunjang seperti toilet yang disebutnya "hancur-hancuran".
Berita Terkait
-
Ketua Komisi VII DPR Sentil Menpar Gara-Gara Jawaban Rapat Disampaikan Via Medsos
-
Bantah Kabar 'Disemprot' Komisi VII DPR, Menpar Widiyanti: Beritanya Agak Lucu, Kami Baik-baik Saja
-
Ketua Komisi VII DPR Kritik Habis Menpar Widiyanti: Kalau Enggak Mau Rapat, Jangan Jadi Menteri
-
Salip London hingga Paris, Bali Jadi Destinasi Wisata Terbaik Dunia 2026
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
-
KPK Benarkan Lakukan OTT di Jakarta Hari Ini, Siapa Targetnya?
Terkini
-
Tragedi Bocah NTT Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku, Mensos Janjikan Bantuan Pendidikan untuk Kakaknya
-
OTT KPK di Jakarta Jaring Pejabat Bea Cukai
-
Gus Ipul Prihatin Kasus Siswa SD di NTT, Ingatkan Pentingnya Data Perlindungan Sosial
-
Nekat Bongkar Trotoar Tanpa Izin, Pengelola Hotel di Pondok Indah Kena Sanksi
-
Sebelum Lakukan Pemutihan Utang BPJS, Pemerintah Ingin Pastikan Hal Ini
-
Kendalikan Banjir, Pramono Anung dan Andra Soni Sepakat Bangun Waduk Polor
-
Prabowo Undang Eks Menlu dan Wamenlu ke Istana, Bahas Geopolitik dan BoP
-
Siswa SD Akhiri Hidup: Menko PM Minta Pejabat Peka, Masyarakat Lapor Bila Sulit Ekonomi
-
Lama Sekolah di Luar Negeri, Stella Christie Belajar Membaca Perbedaan Sistem Pendidikan Global
-
Ketua Komisi VII DPR Sentil Menpar Gara-Gara Jawaban Rapat Disampaikan Via Medsos