/
Sabtu, 01 April 2023 | 22:27 WIB
(tengah) Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Bali I Made Edi Wirawan. (Tim Suara Denpasar/Julio)

Suara Denpasar – Desa yang berada diantara perbatasan Kecamatan Pupuan dan Selemadeg Barat Tabanan menjadi lokasi blusukan Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Bali I Made Edi Wirawan, Sabtu (1/4/2023). 

Desa yang dipilih adalah Desa Mundeh Kangin Selamadeg Barat. Desa dengan ketinggian sekitar 450 Mdpl rupanya dipilih oleh pria yang juga selaku Wakil Bupati Tabanan tersebut bukan tanpa alasan.

Ingin melihat potensi perkebunan Desa Mundeh Kangin yang penghasilan perkebunan buah durian, manggis dan kopi. Selain itu ingin bertatap muka dengan Kelompok Petani Mertha Harum dan Tunas Mertha. 

Ketua HKTI Provinsi Bali I Made Edi Wirawan menyebut pihaknya datang kesini mengajak petani berkebun dengan baik dan melakukan pendampingan bagaimana cara budidaya buah durian dengan kualitas unggul. 

“Bahkan kami di HKTI akan mencanangkan Desa Mundeh Kangin dan Desa Bellimbing Pupuan sebagai menjadi Desa Durian pertama di Bali,” tutur Politisi PDIP asal Desa Beraban Kediri, Tabanan.  

Desa durian ini dimaksudkan dengan melihat potensi dari dua desa yang terbanyak petaninya menanam pohon durian. Mulai durian lokal hingga durian premium seperti durian musangking, bawor dan durian hitam. 

“Kami ingin petani disini bisa bangkit sehingga petani mempunyai semangat. Mulai dari proses penanaman perawatan hingga panen buah durian. Potensi ini yang kita harus maksimalkan,” jelasnya.

Mengenai konsep desa durian ini bukan hanya soal buah durian yang dihasilkan, melainkan pula terbangunnya sebuah gudang sebagai lokasi penyortiran buah-buah durian. Selain itu akses juga yang diinginkan petani untuk diperbaiki.  

“Nantinya dalam desa durian ini kami bisa ajak pihak ketiga untuk bekerjasama dan mempromosikan desa durian hingga memberikan bantuan,” ungkapnya.

Baca Juga: Hokky Caraka Ungkap Rencana Presiden Jokowi untuk Pemain Timnas Indonesia U-20

Selain itu sambung Edi Wirawan, dirinya juga telah mendengar berbagai kendala yang dihadapi petani terutama pada saat panen raya. Pastinya harga buah durian anjlok. 

“Ini juga yang akan kami lindungi lindungi petani dengan mencaikan solusi pemasaran buah durian yang dihasilkan, sehingga menjadi sebuah prfit orintit bagi petani,” sebutnya. 

Dia menambahkan mengenai skema pembiayaan desa durian ini, nanti di HKTI Bali akan memanfaatkan bantuan HKTI pusat, apalagi ketua Bapak Jendaral TNI Purn Moeldoko siap membantu. 

“Nah program-program dari pusat bisa diterus ke desa durian ini. Selain itu ada skema bantuan dari anggaran APBD Provinsi dan APBD Kabupaten. Mudah-mudahan bulan April mendatang Desa Durian terwujud, karena itu target kami,” pungkasnya.     

Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Bali I Made Edi Wirawan yang bertemu dengan Kelompok Petani Mertha Harum dan Tunas Mertha di Desa Mundeh Kangin Selemadeg Barat. (sumber: Tim Suara Denpasar/Julio)

Sementara itu Perbekel Desa Mundeh Kangin I Gede Yudha Artana mengaku sangat mengapreasi konsep yang digagas Ketua HKTI Provinsi Bali untuk menjadi Desa Mundeh Kangin dan Desa Belimbing sebagai Desa Durian. 

“Di desanya saat ini ada 30 jenis durian lokal yang ditanam petani. Kalau untuk durian premium memang sudah ada pangsa pasarnya, tinggal petani mengembangkan,” ungkapnya.

Load More