Suara Denpasar – Menyulut petasan saat Ramadhan seperti jadi kebiasaan yang tidak bisa dihilangkan. Padahal banyak kegiatan yang lebih bermanfaat dibanding menyalakan mainan berbahaya itu.
Namun, bagaimana pandangan Islam mengenai petasan? Dilansir purwokerto.suara.com dari NU Online berikut penjelasannya.
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur mengharamkan petasan karena dapat mengancam jiwa, mencederai orang, mengganggu orang, dan sia-sia.
Pengharaman mengenai petasan ditetapkan pada 2007 lalu oleh Wakil Rois Syuriah PWNU Jatim, KH Miftachul Akhyar di Surabaya.
KH Miftachul Akhyar menjelaskan bahwa petasan awalnya digunakan untuk menandai kegembiraan menyambut Ramadan, sekaligus menandai waktu berbuka dan imsak seperti yang digunakan masyarakat di Tanah Suci, Makkah. Kemudian, budaya ini diadopsi oleh Indonesia, bahkan para pejabat untuk menyelenggarakan perayaan tertentu.
Namun, fungsi petasan kini telah bergeser. Petasan lebih banyak mudarat karena mengganggu orang serta membakar uang yang seharusnya bisa dialokasikan untuk kepentingan lain.
Tak hanya NU saja, Muhammadiyah juga punya pandangan yang sama mengenai petasan. Majelis Tarjih Muhammadiyah berpendapat bahwa menyulut petasan adalah perbuatan yang sia-sia dan mubazir.
Muhammadiyah mencotohkan dalam kegiatan yang berbeda, misalnya pembelian petasan oleh pemerintah dengan menggunakan anggaran daerah untuk merayakan tahun baru.
Majelis Tarjih mengumpamakan jika pada malam tahun baru ada ratusan juta masyarakat membakar petasan dengan harga Rp50.000 saja per petasannya, maka akan ada sekitar triliunan rupiah uang yang terbuang sia-sia. Hal ini tentu saja tidak hanya dipandang mubazir secara agama namun juga secara ekonomi.
Nah, itulah penjelasannya mengenai menyulut petasan saat Ramadhan. Semoga bermanfaat. (*)
Berita Terkait
-
Sat Reskrim Polres Sragen Tangkap 2 Orang Tersangka, Amankan 103.698 Butir Petasan Siap Jual
-
Hukum Menyalakan Petasan dalam Islam: Perbuatan Bahaya dan Mubazir
-
3 Pengedar 2 Kuintal Lebih Bubuk Petasan Diamankan Terkait Ledakan Dahsyat Blitar
-
Letuskan Petasan ke Arah Masjid, Remaja Diduga Geng Motor Tewas Diamuk di Deli Serdang
-
Ramadhan Perdana di Pekanbaru Diwarnai Tawuran Petasan, Warganet Sewot
Terpopuler
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- 7 HP Paling Murah yang Bisa Kamu Beli saat Idulfitri 2026
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Mutilasi Wanita dengan Mandau, Suami Siri dan Temannya Dibekuk di Samarinda
-
Bukan Hanya Mudik! Inilah Sederet Tradisi Idul Fitri Paling Unik di Indonesia
-
Waspada! Banten Dominasi Daftar 10 Wilayah Terpanas di Indonesia Versi BMKG
-
7 Rekomendasi Kran Wastafel Cuci Piring Terbaik, Air Tidak Nyiprat
-
Ciwidey - Rancabali Membludak! Wisatawan 'Kepung' Kawasan Pacira dengan Ratusan Ribu Kendaraan
-
H+1 Lebaran, 9,4 Juta Orang Serbu Commuter Line: Stasiun Bogor Jadi Titik Terpadat
-
Lebaran Bareng Keluarga Pacar, Hubungan Azizah Salsha dan Nadif Zahiruddin Makin Serius?
-
Menggugat Salam Tempel Saat Lebaran: Kenapa Anak Kecil yang Sering Dapat?
-
Angkot Dilarang Masuk Puncak! Dishub Bogor Putar Balik Kendaraan di Simpang Gadog
-
Hutan Lestari Pertamina: Menenun Harmoni Alam, Menuai Kesejahteraan Masyarakat