Suara Denpasar - Bukit Kirana Villas kembali dilaporkan ke Polda Bali karena diduga keseringan mengusir penyewa warga negara asing secara sepihak.
Villa tersebut berlokasi di Jalan Blimbimng Sari III Pecatu, Badung, Bali. Para penyewa yang kebanyakan warga negara asing itu diusir dengan alasan menekan kontrak dengan IEB (Inisial) yang bukan bagian dari manajemen Villa.
Padahal selama ini para penyewa itu selalu berurusan dengan IEB, tidak hanya soal teken kontrak tetapi sampi hal-hal teknis seperti perbaikan-perbaikan apabila ada kerusakan.
Fovy Mogardian Setiawaty kuasa hukum para WNA yang diusir tersebut mengatakan, jika benar IEB bukan bagian dari manajemen Villa, kok bisa mengatur semua staff yang ada di Villa tersebut.
Bahkan kata Fovy, dua klien sebelumnya sudah mengantrak dari tahun 2021. Yang mengurus kontrak tersebut adalah IEB, kalau memang bukan bagian dari manajemen Villa kenapa tidak dipersoalkan sejak itu, kenapa baru sekarang setelah semua kliennya membayar kontrak.
Yang terbaru yang diusir dari Villa tersebut adalah seorang perempuan asal Slowakia bernama Gadjuskova Lujza. Dia pun melaporan kejadian tersebut kepada Polda Bali didampingi Fovy Mogardian Setiawaty sebagai kuasa hukum pada Rabu, (5/4) kemarin.
Kepada awak media Fovy menjelaskan bahwa kliennya itu menekan kontrak bersama IEB pada 19 September 2022 dengan masa kontrak selama dua tahun yaitu sampai 24 Oktober 2024.
Namun, Gadjuskova Lujza yang selama 3 bulan terakhir ini berada di United State, saat kembali ke Villa tersebut, dia tidak bisa masuk ke dalam karena kuncinya sudah diganti. Parahnya lagi, semua barang-barang milik Gadjuskova Lujza sudah dikemas ke dalam kardus-kardus.
"Klien saya ini sudah korban yang ke 3 pada saat ini, kan yang kemarin 2 orang sebelumnya yaitu Bich Thuy Sandrine Nguyen Friedrich asal Prancis dan Jan Michal Sefcik asal Slovakia sudah dilaporkan ke Polda Bali juga pada 29 Maret lalu.
Baca Juga: Simak Pengamanan Jalur Mudik Wilayah Hukum Polda Bali Jelang Idul Fitri Tahun 2023
Hari ini saya mendampingi Gadjuskova Lujza datang ke Polda Bali untuk melaporkan kejadian serupa yang dilakukan oleh Bukit Kirana Villa kepada klien kami," kata Fovy, Rabu, (5/4/2023).
Fovy mengatakan, laporan tersebut, selain meminta perlindungan hukum pada kliennya itu, dia juga meminta agar pihak kepolisian memeriksa manajemen Bukit Kirana Villa.
Saat ini, 3 orang WNA tersebut terpaksa nginap di rumah teman-temannya karena mereka tidak diberikan akses masuk. Padahal masa kontrak mereka belum selesai.
Untuk itu Fovy meminta agar pihak kepolisian segera mengambil tindakan.
"Jadi kami berharap pihak kepolisian segera mengambil tindakan, karena tidak bisa seenaknya melakukan pengusiran seperti itu. Kalau begini terus Bali bisa buruk citranya karena oknum-oknum seperti ini.
Karena saya dapat info, selain mereka itu ternyata ada beberapa lagi yang lainnya menjadi korban, tetapi karena mereka gak mau ribut mereka langsung pergi saja. Jadi saya berharap dengan adanya laporan kami pada 29 Maret lalu dan laporan hari ini, pihak kepolisian segera mengambil tindakan," tandas Fovy. (*/Ana AP)
Berita Terkait
-
Heboh, Bule Jadi Pegawai Negeri Sipil di Bali: Gunakan Kendaraan Plat Merah
-
LBH Bali Merespon Pernyataan Polisi Tentang Tidak Ada Pembiaran Ormas Menyerang Mahasiswa Papua
-
Manajemen Bukit Kirana Villa Diduga Kembali Melakukan Pengusiran Sepihak pada WNA
-
Overstay Lebih Dari 60 Hari, WNA Amerika Serikat Dikirim Pulang
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN