Suara Denpasar - Mahfud MD sebut dalang perdagangan orang di Indonesia tidak pernah bisa dihukum, menurutnya juga aparat dan sindikat telah berkolusi.
Pernyataan itu disampaikam Mahfud MD secara langsung melalui sosial media, ia menjelaskan secara rinci terkait kasus tersebut, yang tercatat sudah ada ribuan kasus.
Mahfud MD siap sikat ribuan kasus perdagangan orang yang telah terjadi di Indonesia itu, dengan tegas ia mengaku sudah pegang daftar jaringannya.
Selaku Menko Polhukam, Mahfud MD tak henti-henti berusaha memberantas sindikat perdagangan orang. Kini dengan yakin dirinya menyebut telah memegang data ribuan kasus di Indonesia.
Mahfud MD menyampaikan informasi dan pernyataan itu melalui postingan instagram miliknya, @mohmahfudmd sebagaimana dikutip Suara Denpasar pada Sabtu, (8/4/2023).
Dalam postingannya itu ia mengunggah foto berisikan informasi tentang sindikat perdagangan orang dan tulisan berupa pernyataannya tentang kasus tersebut.
Berdasarkan keterangan Mahfud, ada ribuan kasus sindikat perdagangan di Indonedia dari kurun waktu tertentu.
"Selama 2017 hingga 2022, terdapat 2.605 kasus tindak pidana perdagangan orang. Dari 2.605 kasus tersebut 50,9 persen diantaranya melibatkan anak-anak, 46,14 persen melibatkan perempuan sebagai korbannya," tulisnya dalam postingan tersebut.
Menurut Menko Polhukam kasus tersebut tidak pernah terhenti lantaran dalang di baliknya tidak bisa dihukum selama ini.
Baca Juga: CEK FAKTA: Mahfud MD Naik Meja Tantang Semua Anggota DPR, Sampai Sebut Kata Kasar?
"Kasus perdagangan orang semakin marak karena aparat dan sindikat betkolusi. Dalang di balik sindikat yang terlibat tak pernah bisa dihukum," tulisnya.
Selain itu, Mahfud MD menyampaikan bahwa dirinya telah memegang data jaringan sindikat tersebut. Ia juga menyampaikan bahwa sejak 2021, pemerintah sudah berupaya keras memberantas semua itu.
"Saya sudah pegang daftar jaringannya. Sindikat perdagangan orang diduga melibatkan banyak jaringan, baik di kantor-kantor pemerintah mau pun swasta, saya sudah punya daftar jaringan itu yang nanti akan diuji sahih dulu," ujarnya menyampaikan.
"Kurun waktu 2021 dan 2022, pemerintah telah menangani 1.262 korban dari tren baru TPPO, direkrut secara nonprosedural, berbagai PMI ini dikerjakan secara online scammes untuk melakukan penipuan investasi, love scam, operator judi online, penipuan berkedok money laundering," tulisnya. (*/Dinda)
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
33 Kode Redeem FF 28 Februari 2026, Celana Angel Ungu dan Topi Jerami Siap Hadir
-
Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
-
Layanan Tukar Uang Baru BI Apakah Buka Hari Sabtu dan Minggu? Cek Jadwalnya
-
8 Drama China yang Tayang Februari 2026, Genre Misteri hingga Komedi
-
Tutorial Jadi Generasi Sandwich: Kenyang Makan Hati, Dompet Diet Ketat
-
Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
-
Manajer Bongkar Pendapatan Fajar SadBoy Setahun, Cuma Segini
-
Jadwal Imsakiyah Kota Padang Hari Ini, Sabtu 28 Februari 2026
-
Cerita Wayne Rooney: Lagi Kesal dengan Sir Alex Eh Lihat Kelakuan Anomali Diego Maradona
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan