Suara Denpasar - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan resmi dinonaktifkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) mulai hari ini.
Informasi tersebut beredar melalui kanal YouTube bernama RUANG INDONESIA dengan judul konten "Jokowi Resmikan non Aktifkan KPK mulai hari ini" pada, Rabu(12/4/2023).
Selain itu, unggahan tersebut juga menyertakan thumbnail berupa potret yang menampilkan sosok Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sedang dikerumuni oleh para wartawan.
"Breaking News!! Jokowi non Aktifkan KPK mulai hari ini, Kecurangan besar bikin KPK bernasib buruk hingga begini" tulis narasi dalam thumbnail video tersebut.
Meski belum genap sehari diunggah, namun kini video tersebut sudah ditonton oleh 2ribu pengguna.
Lantas apakah klaim yang mengatakan bahwa Jokowi menonaktifkan KPK benar adanya?
CEK FAKTA
Setelah melakukan penelusuran, klaim yang mengatakan bahwa Jokowi resmi nonaktifkan KPK merupakan informasi yang salah.
Faktanya, dalam unggahan tersebut hanya menggabungkan potongan video dari Jokowi, Ketua KPK Firli Bahuri, dan Brigjen Endar Priantoro menjadi satu.
Baca Juga: Mau Hadiah Motor Listrik Bertanda Tangan Jokowi? Yuk Ikutan Pilih Logo IKN di Sini
Salah satu potongan video tersebut ternyata serupa dengan video yang diunggah oleh kanal YouTube kompas.com, pada (4/4/2023), yang berjudul “Brigjen Endar Laporan Ketua dan Sekjen KPK ke Dewas, Duga Ada Pelanggaran Kode Etik”
Sedangkan potongan video yang lain, serupa juga dengan video yang diunggah oleh kanal YouTube KOMPASTV, pada (5/4/2023), berjudul "Jokowi Ingatkan KPK tak Buat Gaduh Copot Brigjen Endar: Ada Aturannya, Kok!"
Dalam penjelasan video tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta KPK untuk tidak menimbulkan kehebohan akibat mencopot Brigjen Endar Prihantoro sebagai direktur penyelidikan KPK.
Namun begitu, dalam keseluruhan isi video tersebut, juga tak ditemukannya bukti terkait yang menunjukkan bahwa Jokowi menonaktifkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
KESIMPULAN
Berdasarkan penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan bahwa Jokowi resmi nonaktifkan adalah informasi bohong.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: 6 Artis Ini Resmi Ditetapkan KPK, Rafael Alun Trisambodo Akui Semua?
-
Pasek Suardika: Anas Urbaningrum Korban Kriminalisasi Oknum KPK dan Penguasa
-
Cek Fakta: Rumah Arteria Dahlan Digeledah, KPK Temukan Uang Ratusan Miliar
-
Kena Deh! Ayah Mario Dandy Ditangkap KPK, Pakai Rompi Orange Atas Dugaan Gratifikasi Sebagai Pejabat Pajak
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Tragedi Curug Cisadane Bogor: Asyik Berfoto, Tiga Wisatawan Terseret Arus
-
Super Kawaii! Koleksi Kaus Monchhichi Ini Siap Bikin Gaya Santai Makin Gemas
-
Super Grand Prize Jadi Pesta UMKM, QRIS Bank Sumsel Babel Makin Jadi Andalan Transaksi
-
Kepung Kantor Bupati Bogor Besok, 3.000 Warga Parungpanjang Gelar Istigosah Tuntut Kejelasan Tambang
-
Pencari Kerja Jangan Takut Lapor! Andra Soni Bersih-bersih Praktik Pungli Rekrutmen di Banten
-
Alasan Thai Milk Tea dan Brown Sugar Milk Kini Jadi Favorit di Kalangan Anak Muda
-
Diiringi Kereta Kencana, Mahkota Binokasih Akan Diarak Keliling 8 Kota di Jawa Barat
-
Oknum Guru di Bengkayang Ditangkap, Polisi Dalami Kasus Kekerasan Seksual Anak
-
Gusti Bhre Suguhkan Royal Dinner Mangkunegaran 2026: Sajian Kuliner Mewah Sarat Filosofi
-
Lifestyle Hub Baru di Gading Serpong, Hunian dan Kawasan Komersial yang Terintegrasi