Suara Denpasar - Baru-baru ini warganet dibuat geram oleh kelakuan seorang warga negara asing (WNA) yang nekat berpose bugil saat berfoto di kawasan Suci Pura Babakan Bali. Melansir dari unggahan akun instagram @niluhdjelantik, terlihat seorang wanita bule yang sedang berfoto di sebuah pohon suci di Kawasan Suci Pura Babakan Bali. Aktivis Niluh lantas meluapkan kemarahannya di kolom caption.
“Ada yang mau donasikan baju? Ini payudara sampe nempel begitu di pohon suci kami,” ujar Niluh dalam captionnya dikutip Suara Denpasar pada (13/04/2023).
Niluh menjelaskan bahwa kejadian seperti ini bukan hanya terjadi kali ini. Ia menjelaskan bahwa tahun lalu juga ada kasus serupa dimana seorang WNA bertelanjang bulat memanjat pohon keramat berusia 700 tahun di kawasan yang sama.
“Kamu tahu neng, kami harus lakukan upakara Guru Piduka lagi setelah setahun lalu Mbok juga menegur WNA telanj*ang bulat memanjat pohon suci berusia 700 tahun berlokasi di Pura Babakan, Desa Adat Bayan,Desa Tua, Kecamatan Marga dan kemudian ybs dideportasi,” tambah Niluh.
Lantas Niluh menyebut salah satu akun instagram yang diduga milik pelaku yang berfoto bugil tersebut.
“Eh ini ada lagi yang gak tahu diri @luiza_kosykh is that you?” tambah Niluh.
“Bali is our home. Not yours. Do you think you’ll look cool taking naked picture on our holy trees ,”
(Bali adalah rumah kami. Bukan anda. Apakah kamu berpikir bahwa kamu akan terlihat keren mengambil gambar dan berpose telanjang di pohon suci kami?) tambah Niluh.
Ni luh lantas berharap agar WNA tersebut pulang ke negara asalnya apabila tidak menghargai adat dan tradisi yang berlaku di Bali.
“Go back to your country if you can’t respect our tradition and culture,”
(Pulanglah ke negara asalmu jika kamu tidak bisa menghormati tradisi dan adat kami), tandas Niluh.
Selanjutnya, Niluh juga diduga menyentil Gubernur bali yang sempat menolak Israel baru-baru ini dalam kolom komentarnya.
“Buat gubenur yang merasa keren karena menolak Israel, woi bangunnnnn woiiiii ini lihat tanah kelahiranmu dibeginikan,” ujar Niluh pada kolom komentar di unggahannya.
Sontak warganet pun ikut merasa geram dan meninggalkan jejak di kolom komentar.
“Kurang asem bule gembel setan (emoticon marah),” komentar akun @kiky.sawajiri.(Rizal/*)
Berita Terkait
-
Kejaksaan Tinggi Bali Harus Transparan Terkait Kasus SPI Unud
-
Profil Wayan Regep, Anggota DPRD Badung Bawa Gerbong Dukung Giri Prasta Gubernur Bali
-
Ngeri, Nikita Mirzani Tuding Si Buriq Tak Kunjung Hamil karena Dikutuk Tuhan
-
MAKI Ajukan Intervensi Praperadilan Rektor Unud Prof. Antara di PN Denpasar
-
Praperadilan Ditolak PN Denpasar, Status Tersangka Pemilik UD Damena Sah
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Sempat Jadi Tahanan Rumah, Gus Yaqut Disebut Derita Gerd Hingga Asma
-
KPK Ungkap Alasan Gus Yaqut Dikembalikan ke Rutan
-
Selain Keluarga, Polisi Bakal Periksa Laki-Laki yang Bersama Cucu Mpok Nori Sebelum Tewas Dibunuh
-
Siang Ini, Wilayah Jabodetabek Berpotensi Diguyur Hujan Lebat dan Angin Kencang
-
Mouse Wireless 1 Jutaan Terbaik 2026, Cocok untuk Gamer Serius
-
5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
-
Puncak Arus Balik Diperkirakan Hari Ini, Pemudik Diminta Optimalkan WFA
-
Siapa 0,07 Persen Rakyat Korea Utara Pemberani yang Tolak Kim Jong Un?
-
Mulai Nego dengan Trump, Iran Buka Selat Hormuz Tapi Tetapkan Tarif Rp34 Miliar per Kapal
-
'Perempuan di Titik Nol': Kisah Luka, Perlawanan, dan Harga Diri Perempuan di Masyarakat