Suara Denpasar – Nama Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mendadak ramai diperbincangkan. Sebab, dia memaki-maki ayah Bima Yudho Saputro, Tiktoker dengan akun Awbimax Reborn.
Persoalannya, Awbimax mengkritik jalan rusak di Lampung. Bahkan, selain ayahnya dimaki, Bima juga dilaporkan ke polisi karena dianggap membuat ujaran kebencian di media sosial yang diatur di UU ITE.
Dari antikritik yang dilakukan Gubernur Arinal Djunaidi, kemudian terungkap bahwa sebuah kenyataan bahwa banyak jalan rusak di Lampung. Bahkan, jalan yang berstatus jalan provinsi saja masih banyak yang rusak. Itu belum termasuk jalan kabupaten dan jalan nasional.
Berdasarkan data BPS berjudul Provinsi Lampung Dalam Angka Tahun 2023, terungkap bahwa pada tahun 2022 panjang jalan provinsi di Lampung mencapai 1.693 kilometer. Hanya 49,17 persen yang dalam kondisi baik.
Sisanya dalam kondisi sedang, rusak dan rusak berat. Secara rinci, kondisi baik hanya 832,66 kilometer, sedangkan yang sedang 468,63 kilometer, dan jalan rusak 126,51 kilometer serta jalan rusak berat 265,48 kilometer.
Yang mengejutkan, meski berstatus jalan provinsi, ternyata masih ada jalan provinsi yang permukaannya belum beraspal.
“Pada tahun 2022,panjang jalan provinsi di Lampung mencapai 1.693 kilometer dengan kondisi 93,84 persen jalan sudah beraspal,” demikian disampaikan BPS tahun 2023.
Jika dihitung, maka ada 6,16 persen jalan di Lampung yang belum beraspal. Angka ini setara dengan 104 kilometer. Panjang jalan provinsi yang belum beraspal di Lampung itu hampir setara dengan panjang jalan dari Gilimanuk hingga pinggiran Kota Denpasar, Bali. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026