Suara Denpasar – Kasus pembunuhan Brigadir Joshua yang diduga diotaki mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo turut menyeret beberapa perwira tinggi. Selain Karopaminal Brigjen Hendra Kurniawan, Brigjen Benny Ali yang merupakan Karo Provost juga kena getahnya. Putra Lampung ini seangkatan di Akpol dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Brigjen Benny Ali sempat dikurung di penempatan khusus (patsus). Namun, kini putra Lampung ini sudah bebas dari patsus. Dia dikeluarkan bersama beberapa anggota polisi lain.
“Yang di patsus kalau enggak salah sudah ada yang selesai (menjalankan), kecuali yang tersangka tindak pidana, secara pidananya kan ditahan,” kata Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo, Sabtu (10/9/2022).
Dedi pun menjelaskan, sedikitnya ada lima anggota Polri yang sudah selesai menjalankan patsus. Mereka pun kembali bertugas sebagai anggota (Pelayanan Markas) Yanma Mabes Polri. Meski sudah bebas, mereka tetap mendapat pengawasan ketat.
“Ditempatkan sesuai dengan putusan (mutasi) di Yanma jadi di bawah pengawasan Yanma dan Propam setiap hari diawasi,” jelasnya.
Salah satunya adalah Brigjen Benny Ali. Bila beberapa orang polisi yang di-patsus-kan ada yang sudah menalani sidang etik, namun Brigjen Benny Ali belum menjalani sidang etik.
Lantas, siapa sosok Brigjen Benny Ali?
Dari sejumlah sumber yang dirangkum SuaraDenpasar, Brigjen Benny Ali merupakan jenderal bintang satu kelahiran Tanjung Karang, Enggal, Bandar Lampung, Provinsi Lampung pada 27 September 1968.
Usianya terpaut lima tahun dengan Ferdy Sambo. Bahkan, dia adalah lulusan Akpol 1991. Itu berarti satu angkatan dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Tapi, soal karier di kepolisian, dia memang kalah moncer dibanding Jenderal Listyo. Bahkan kalau jauh dari juniornya, Irjen Ferdy Sambo. Ferdy Sambo yang Angkatan Akpol 1994 malah sudah bintang dua dan mendapat kepercayaan sebagai Kadiv Propam Polri. Sedangkan Brigjen Benny Ali malah jadi bawahan juniornya sebagai Karo Provost Divisi Propam Polri.
Setelah lulus Akpol 1991, Benny Ali pun memulai karier di kepolisian. Beberapa jabatan penting pernah dia emban. Di antaranya adalah menjadi Kapolres Tulang Bawang Polda Lampung (2009) dan Wakil Dirlantas Polda Lampung (2010).
Pada 2013, Benny Ali sempat mencicipi sebagai Dirlantas Polda Bengkulu. Pada tahun 2015, Benny Ali juga menjadi dosen utama di STIK Lemdikpol.
Kariernya kemudian berlabuh di Divisi Propam Polri. Dia sempat menjadi Analis Kebijakan Madya Bidang Paminal Divpropam Polri (2019) lalu menjadi Kabag Yanduan Divpropam Polri (2020).
Ketika Ferdy Sambo menjadi Kadiv Propam pada Juli 2020, Benny baru naik kelas menjadi Karo Provos Divpropam Polri pada Agustus 2021.
Sayang, karier Panjang, sekitar 31 tahun di kepolisian ini terancam ambyar. Agustus 2022 dia dicopot dari jabatannya dan menjadi Pati Yanma Polri seiring dengan kasus yang membelit atasan sekaligus juniornya, Ferdy Sambo.
Dalam membantu menutupi kasus pembunuhan Brigadir Joshua yang diduga dilakukan bosnya, Brigjen Benny Ali disebut turut memaksa adik dari Brigadir J, Bripda Reza Hutabarat (Bripda LL) menandatangani surat persetujuan permohonan autopsi.
Tag
Berita Terkait
-
Tak Main-main, Ini Bunyi Surat Deolipa ke Kapolri
-
Mana yang Benar, AKBP Jerry Raimond Siagian atau Jerry Raymond Siagian? Ternyata Pernah Jadi Spri Kapolda
-
Tiga Kapolda Terseret Kasus Ferdy Sambo? Pengamat Sebut Spekulasi Liar
-
Ferdy Sambo Bersuara, Bantah Pernyataan Bharada E, Bripka RR Ungkap Hal Janggal
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Hobi Checkout Baju Picu Clutter Lifestyle dan Sampah Tekstil Meningkat?
-
Hutan Bukan Milik Negara: Mengapa Masyarakat Adat Papua Menolak Skema Perhutanan Sosial?
-
Terdampak Konflik Geopolitik Global, Ratusan Umat Buddha Tetap Gelar Doa Damai di Borobudur
-
Children of Heaven: Angkat Tema Kemiskinan dengan Pendekatan yang Humanis
-
Promo Indomaret 4 Hari: Indomie 3 Bungkus Rp 8.700
-
Mencekam, Kronologi Perampokan Lansia di Kudus, Pelaku Masuk Lewat Jendela Pukul 2 Pagi
-
Eks Tapol Bongkar Ngerinya Siksaan 'Ular Listrik' Rezim Jokowi: Ada Ojol Disiksa Sampai Mata Copot
-
Viral Sapi Kurban Kabur hingga Naik ke Pelaminan Warga, Suasana Hajatan Mendadak Heboh
-
Kulkas Penuh Daging, Dompet Kering Melompong: Fenomena Unik Pasca-Iduladha
-
376 Ribu Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dalam Setahun, Indonesia Masih Darurat KDRT