Suara Denpasar - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Wali Kota Bandung Yana Mulyana sebagai tersangka kasus dugaan korupsi.
Sebanyak enam orang tersangka, termasuk Yana Mulyana, diduga telah terlibat dalam korupsi suap dan penerimaan gratifikasi pengadaan CCTV dan penyedia jasa internet untuk proyek Bandung Smart City tahun anggaran 2022-2023.
Penetapan ini turut membuat Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersedih. Hal tersebut ia sampaikan lewat unggahan di media sosial seperti Instagram dan Twitter belum lama ini.
"Turut prihatin dan isi hati ini sangat sedih dengan situasi yang terjadi hari ini di Pemkot Bandung," kata Ridwan Kamil seperti dikutip dari akun Twitter miliknya, Minggu (16/4/2023).
Ia berharap meskipun dengan adanya kejadian semacam ini, pemerintah Kota Bandung tetap dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Lebih jauh, ia berharap agar kejadian semacam ini bisa memberikan hikmah kepada semuanya untuk selalu memperkuat integritas, terutama bagi para pemangku jabatan.
"Semoga menjadi hikmah agar semua dari kita selalu menguatkan pondasi integritas dalam keseharian kita, apa pun jabatan dan tugas kita," lanjut pria yang akrab disapa Kang Emil tersebut.
Unggahan Ridwan Kamil ini pun mendapat beragam reaksi dari sejumlah netizen.
"Semoga menjadi pelajaran berharga untuk pemimpin2 di Jabar khususnya, umumnya untuk semua, sungguh, kita lelah dengan pemberitaan ott, korupsi & flexing gaya hidup para pejabat," tulis akun @yennynuraziza.
"Prihatin dengan korban korupsinya atuh om. Situasi mereka lebih sulit dibandingkan para cucunguk malas di Pemkot. Mereka lagi ketakutan takut ketahuan," sahut akun Twitter @mangisonmusic.
Baca Juga: CEK FAKTA: Heboh! Bisnis Fuji Ternyata Terlibat Pencucian Uang Rafael Alun, Rekaman CCTV Jadi Bukti
Ada juga warganet yang menyayangkan postingan tersebut. Sebab, alih-alih fokus pada soal integritas, Gubernur Jawa Barat justru menyoroti hal lainnya.
"Kasus yang terjadi adalah masalah integrity, tapi tweet ini ga bahas tentang integrity sama sekali. Hanya masalah pelayanan masyarakat dan 'ambil hikmah' saja. Kalau boleh berasumsi: masalah integrity sudah tidak tertolong," tulis akun @alanromy. (Rizal/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123