/
Jum'at, 05 Mei 2023 | 20:45 WIB
WNA Berulah di Bali, Pidato Megawati Menyentil Sistem yang Buruk?

Suara Denpasar - Mantan Presiden Republik Indonesia ke-5 Megawati Soekarnoputri ikut mengomentari tingkah WNA yang selama ini berulah di Bali. 

Megawati mengaku selama ini mengikuti pemberitaan tentang Bule yang selalu membuat masalah di Bali. Mulai dari pelanggaran hukum nasional maupun hukum adat Bali. 

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu mengatakan hal tersebut harus segera dihentikan. 

Sehingga dia meminta Gubernur Bali Wayan Koster harus membuat ide-ide dan gagasan untuk menjaga Bali.

“Kan banyak orang pintar di Bali suruh ngomong nanti saya bantu melalui BRIN, sehingga saya ndak bisa nerima, lalu kalian orang Bali pun apa sudah nerima ya perlakuan orang asing seperti itu, ndak ada tata cara ndak ada kehormatan,” tegas Mega saat membuka Seminar "Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125" di Hotel The Trans Resort Seminyak, Kuta, Badung, Bali, Jum'at (5/5/2023).

Megawati pun memberi contoh dengan menyebut sistem yang berada di Singapura dan Jepang.

Menurutnya kalau seseorang berkunjung ke kedua negara tersebut maka orang tersebut merasa seperti penduduk setempat karena harus mengikuti aturan setempat.

“Kalo kalian ke Singapore saja, rasa-rasanya menjadi orang Singapura. Mesti bersih, ndak boleh buang ini buang itu kita nurut. Ke Jepang juga nggak ada tong sampah kita harus bawa tas kresek, loh kok bisa. Makanya itu yang saya bilang,” imbuhnya.

Lantas apakah pidato Megawati Soekarnoputri itu menyentil sistem yang buruk sehingga WNA berulah? 

Baca Juga: Gangster WNA Berpistol Teror Kabupaten Badung Bali

Mengingat sebelumnya pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra pernah mengatakan sebuah sistem yang baik akan mengubah orang jahat menjadi baik. Dan sebuah sistem yang buruk akan mengubah orang baik menjadi jahat. 

Menariknyanya pada kesempatan tersebut Yusril pun mencontohkan sistem yang berada di Singapura.

Dia menyebut sistem di Singapura sangat baik sehingga masyarakat hidup sesuai rambu-rambu yang sudah diterapkan.

"Jadi ini bukan masalah moral. Ini masalah sistem. Orang jahat masuk ke Singapura jadi baik karena di sana sistemnya baik," ujar Yusril di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi beberapa waktu lalu.(*/Ana AP)

Load More