Suara Denpasar - Perbincangan terkait Bali memang selalu menarik. Tidak heran jika Bali menjadi destinasi dunia. Pada kuartal pertama tahun 2023 sudah mencapai 1,4 juta wisatawan yang mengunjungi daerah berukuran pulau 1000 pura itu.
Namun bukan berarti pulau Bali tidak memiliki tantangan. Luas Bali adalah 5.780 km², sementara berdasarkan data tahun 2022 jumlah penduduk Provinsi Bali sebanyak 4,29 juta jiwa.
Ditambah dengan jumlah kunjungan wisata yang besar, tentunya membuat wilayah yang kental dengan kebudayaan itu menjadi padat.
Pemerintah Provinsi Bali pun menyadari hal tersebut. Sehingga dirancang Bali Era Baru 100 tahun ke depan. Yang salah satu upayanya adalah akan membangun infrastruktur sesuai kebutuhan saja.
Misalnya, dalam tahun 2023 ini Provinsi Bali menargetkan 4,5 juta wisatawan. Maka dengan jumlah kunjungan itu, kira-kira berapa jumlah fasilitas pendukung yang harus dibangun.
Namun demikian kira-kira apa yang paling dibutuhkan Bali saat ini? Ketahanan Pangan atau Pariwisata?
Pertanyaan itu tentunya membutuhkan pertimbangan yang matang untuk dijawab. Sebab keduanya saat ini sangat vital dan sama-sama penting.
Tidak bisa dipungkiri bahwa hampir sebagian masyarakat Bali menggantungkan hidupnya pada pariwisata. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Sandiaga Salahudin Uno, mengakui Bali masih menjadi penyumbang devisa negara terbesar dari pariwisata bagi Indonesia, terbanyak kedua setelah industri Minyak dan Gas.
Sandiaga mengatakan pendapatan devisa yang didapat negara dari Bali sekitar US$ 20 atau setara dengan Rp. 287.317.000.000 (dua ratus delapan puluh tujuh triliun tiga ratus tujuh belas) per tahun.
Baca Juga: The Power Of Bobotoh! Edo Febriansah Kecipratan Hal Ini Usai Gabung Persib Bandung, Naik Pamor?
Sementara, disisi lain ketahanan pangan di Bali justru terbengkalai. Beberapa sumber menyebutkan bahwa sebagian kebutuhan pokok masyarakat Bali sudah diimpor dari luar Bali. Hal tersebut disebabkan oleh alih fungsi lahan pertanian menjadi industri.
Kurangnya perhatian terhadap ketahanan pangan bisa berdampak sangat serius. Sebab Bali telah mengalami pengalaman yang buruk ketika Covid-19 terjadi pada tahun 2019. Pengalaman itu sudah cukup berharga untuk mengatur strategi pembangunan Bali ke depan. Yang memperhatikan keseimbangan antara ketersediaan pangan dan industri pariwisata.
Direktir Eksekutif IDEP Selaras Alam, Muchamad Awal mengatakan saat ini justru banyak lahan pertanian dialihkan untuk pembangunan industri. Hal tersebut tentunya akan berdampak langsung pada ketahanan pangan Bali.
Dia menilai tidak salah apabila pemerintah membangun infrastruktur pendukung pariwisata Bali, tetapi tidak di lahan produktif yang akan menunjang ketahanan pangan.
"Misalnya pengalihan lahan untuk industri pariwisata menjadi penting atau prioritas, okelah. Tapi pemerintah juga harus berpikir bagaimana ketahanan pangan tetap tersedia. Terutama kejadian Covid-19 kemarin kan betul-betul rumit ketika pariwisata stop bagaimana keadaan Bali saat itu," ujar Awal kepada Suara Denpasar, Senin, (8/5/2023).
Menurut Awal, justru ketahanan panganlah yang paling penting untuk diperhatikan. Sementara untuk industri pariwisata dan industri lainnya sebagai penopang atau pendukung saja.
"Nah itu yang kita coba usahakan, sebenarnya kekuatan lokal seperti kebutuhan pangan terpenuhi, itu udah cukup. Soal industri pariwisata dan industri lainnya itu cuma membackup aja. Jangan sampai kebalik, apalagi sampai menghilangkan produktivitas di lokal. Jadi kita berharap ada keseimbangan," tandasnya.(Rizal/*)
Berita Terkait
-
Imigrasi Bali Sering Kirim Pulang Turis Bermasalah, Ternyata Begini Prosedur Deportasi WNA
-
Deretan Momen Kemesraan Gubernur Koster Bupati Giri Prasta, Dari Berbisik Hingga Salam 2 Jari
-
Gubernur Koster Bupati Giri Prasta Tampil Mesra, Sinyal Cok Ace Terdepak?
-
Dewan Menteri Pilar Sosial Budaya ASEAN Bahas Isu Penting di Bali
-
Kapolres Tegal Bantah Bus Pariwisata Masuk Jurang di Wisata Guci Karena Rem Tangan Ditarik Anak Kecil
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
4 Shio yang Beruntung Hari Ini 8 Agustus 2026, Banyak Hal Baik Datang
-
Ketika Lomba 17-an Kehilangan Peserta: Apakah Indonesia Sedang Memasuki Era Krisis Anak?
-
Cuma 40 Meter dari Ruang Kelas, Bunker Sekolah Simpan Ratusan Senjata hingga Narkoba
-
Chelsea, AC Milan, Aston Villa Tur Pramusim ke Indonesia, Erick Thohir Angkat Topi
-
Review Buku Ramadan Rain: Kisah Hangat tentang Doa, Syukur, dan Cinta Keluarga di Balik Hujan
-
Kebakaran Hebat Landa Gedung Bapenda DKI Jakarta
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri