- IHSG pada Jumat pagi merosot signifikan 1,96 persen ke level 7.945 dipicu penurunan outlook rating Indonesia oleh Moody's.
- Perdagangan saat itu menunjukkan dominasi pelemahan saham; 573 saham turun, sementara hanya 64 saham mengalami kenaikan.
- Proyeksi akhir pekan memperkirakan IHSG bergerak terbatas, menantikan kejelasan kebijakan free float dan potensi permintaan MSCI.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk lagi setelah penurunan outlook rating Moody's, IHSG Jumat pagi dibuka merosot 1,96 persen ke level 7.945
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.05 WIB, IHSG masih jatuh 2,23 persen ke level 7.923.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 4,46 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,27 triliun, serta frekuensi sebanyak 242.900 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 64 saham bergerak naik, sedangkan 573 saham mengalami penurunan, dan 321 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, NZIA, LION, KJEN, SOHO, FITT, RELI, BUKK, PLAN, LUCY, BESS, IDEA.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, PIPA, FILM, SSTM, ARII, ARKO, RMKE, CARE, PADI, LEAD, ERTX, KOCI.
Proyeksi IHSG
IHSG diproyeksi bergerak melemah terbatas pada akhir pekan ini, seiring sikap pelaku pasar yang masih cenderung wait and see terhadap sejumlah sentimen global maupun domestik.
Mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas, tekanan dari pasar global masih cukup terasa setelah bursa Wall Street ditutup melemah pada perdagangan sebelumnya. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 1,20 persen ke level 48.908, diikuti S&P 500 yang melemah 1,23 persen ke 6.798, serta Nasdaq yang terkoreksi 1,59 persen ke level 22.540.
Baca Juga: BEI Naikkan Batas Minimum Free Float Jadi 15 Persen Mulai Maret 2026
Dari dalam negeri, IHSG pada perdagangan terakhir kembali tertahan dan ditutup melemah 0,53 persen ke level 8.103. Tekanan jual investor asing juga masih terlihat dengan catatan net foreign sell sebesar Rp355 miliar di pasar reguler.
BRI Danareksa Sekuritas menilai, meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat solid dengan rilis GDP yang tumbuh 5,11 persen secara tahunan (year on year/YoY), sentimen positif tersebut belum mampu mengangkat pergerakan IHSG secara signifikan.
Pasar dinilai masih menanti kejelasan terkait pembaruan kebijakan free float serta potensi permintaan dari MSCI.
"Pergerakan IHSG masih cenderung terbatas karena pelaku pasar bersikap menunggu perkembangan terbaru terkait MSCI," tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya.
Untuk perdagangan di akhir pekan, IHSG diproyeksikan bergerak melemah terbatas dengan level support di kisaran 8.000–8.050 dan resistance pada rentang 8.150–8.210.
Tekanan tambahan datang dari keputusan Moody’s yang menurunkan outlook kredit Indonesia dari stable menjadi negative, meski peringkat kredit tetap dipertahankan di level Baa2 atau masih berada dalam kategori investment grade.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
Terkini
-
BEI Naikkan Batas Minimum Free Float Jadi 15 Persen Mulai Maret 2026
-
Smelter Nikel MMP Matangkan Sistem Jelang Operasi Penuh
-
Dorong Wisatawan Lokal, Desa Wisata Tebara Raup Rp1,4 Miliar
-
OJK Restrukturisasi Kredit 237 Ribu Korban Bencana Sumatera
-
Moodys Pertahankan Rating Indonesia di Baa2, BI Tegaskan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
-
OJK Bentuk Satgas Reformasi Integritas Pasar Modal
-
Moody's Turunkan Outlook Peringkat Indonesia ke Negatif
-
BCA Wanti-wanti Gen Z: Hati-hati Beli Rumah Pakai KPR
-
Purbaya Datangi Perusahaan China Pengemplang Pajak, Rugikan Negara hingga Rp 5 T
-
Kecelakaan Maut di IUP Bukit Asam, Kementerian ESDM Terjunkan Tim Investigasi