Suara Denpasar - Viral video pemegang saham Andaro berani protes pembangunan PLTU, alasannya karena pembangunan tersebut dapat mengancam kehidupan rakyat.
Sebagaimana diketahui pembangunan PLTU memang kerap mempengaruhi iklim dan kehidupan manusia, biasanya akademisi seperti mahasiswa atau warga yang melaksanakan demo penolakan.
Namun kini viral seorang pria yang disebut pemegang saham Andaro berani protes langsung di hadapan Direksi saat rapat.
Protes tersebut ialah bentuk penolakannya terhadap pembangunan PLTU lantaran dinilai mengancam kehidupan rakyat.
Tidak diwartakan identitas pria pemegang saham tersebut, namun video itu viral, memperlihatkan dirinya sedang berada di ruang rapat acara dan secara tiba-tiba berdiri di depan dan menyuarakan penolakan.
Video itu viral usai diunggah oleh akun instagtam @viralsekali, sebagaimana dilansir Suara Denpasar pada Jum'at, (12/5/2023).
Dalam video itu dituliskan keterangan, 'Berani! Sejumlah Pemegang Saham Andaro Protes Pembangunan PLTU di Hadapan Direksi'.
"Sekarang saja perubahan iklim makin menjadi-jadi, panas terik yang tak terhingga, hujan deras suka tiba-tiba, dan lagi pembangunan PLTU ini," tulis pemilik akun dalam caption video.
"Kalau sudah pemegang saham yang protes udah fatal, semoga ini bisa jadi pertimbangan prusahaan ya. Sc (Greenpeace Indonesia)," tulisnya menandaskan.
Baca Juga: Viral Video Diduga Pelecehan Seksual, Korban Laporkan Pelaku Dosen Kampus Buleleng
Dalam video itu terlihat seorang pria yang diduga salah satu dari pemegang saham Andaro, berdiri di hadapan hadirin dan memegang bendera bertuliskan 'Stop Pembangunan PLTU Baru'.
Namun belum sempat dirinya menyampaikan orasi panjang, ucapannya terpotong-potong lantaran ia didorong-dorong diusir pihak keamanan ke luar ruangan.
Sambil terpaksa berjalan ke luar ruangan karena di dorong, pria itu berteriak bahwa pembangunan PLTU baru mengancam kehidupan rakyat.
"Mengancam kehidupan rakyat, mengancam kehidupan rakyat," teriaknya.(*/Ana AP)
Berita Terkait
-
Viral Cerita Putri Hamengkubuwono X GKR Bendara Rela Tak Mandi Berhari-hari? Ternyata Begini
-
Viral Video Transgender Cantik Mulus Umroh dan Kenakan Baju Ihram Pria, Reaksi Jamaah Lain Jadi Sorotan
-
CEK FAKTA: Viral Jokowi Marah Besar, Niat Busuk Prabowo Terbongkar dan Diusir Paksa dari Istana
-
Viral Seorang Anak Histeris Ditangkap Polisi Jerman, Diduga Karena Tolak Ajaran LGBT di Sekolah
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Presiden Prabowo Lakukan Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II Senilai Rp116 Triliun
-
Bawa Mobil Pakai Infus, Kepala DPMPTSP Pandeglang Tabrak Kerumunan Siswa SD: 1 Meninggal, 1 Kritis
-
Mulai Hari Ini Belanja di China Bisa Pakai QRIS
-
Tok! Bayar Pajak Kendaraan di Banten Kini Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Berlaku 1 Mei31 Desember 2026
-
Kerasnya Evaluasi Bojan Hodak Usai Persib Kembali ke Puncak
-
Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran
-
Isu Penutupan Jalan Diponegoro Beredar, Ini Penjelasan Pemprov Jabar
-
Bukan Orang Sembarangan! Tambang Emas Ilegal di Bogor Raup Omzet Rp9 Miliar per Bulan
-
Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!
-
Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal