Suara Denpasar - Proses panjang kasus dugaan korupsi dana Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri Universitas Udayana (Unud) dipastikan bakal seru. Hemat Pengamat Hukum Made "Ariel" Suardana kepada denpasar.suara.com, Sabtu 13 Mei 2023.
Gelanggang pertarungan untuk pembuktian kasus ini bakal berpindah ke Gedung Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK.
Jika pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali tidak sigap, bisa saja para tersangka bebas karena kejaksaan tidak bisa mengantongi hasil kerugian negara berdasar audit BPK.
"Setelah Kejati Bali Unggul dalam Praperadilan melawan Para Tersangka maka dari silat lidah di Pengadilan Negeri Denpasar tampaknya Kejati Bali ditantang oleh urusan Audit BPK guna pembuktian kerugian negara melalui proses audit kerugian negara," katanya.
"Karena jika Kajati Bali gagal mendapatkan dokumen Audit BPK maka para Tersangka bakal melenggang bebas yakni terancam kasus itu tak bisa disidangkan. Bahkan jika dipaksa tanpa audit maka dipastikan tersangka bebas demi hukum," imbuhnya.
Untuk itu, demi harga diri sebuah institusi maka Kejati Bali tidak boleh kalah cepat dari gelagat para tersangka yang juga bakal all out untuk hasil Audit BPK.
"Karena itu pertarungan akan pindah lokasi dari Pengadilan ke Gedung BPK. Tak menutup kemungkinan Para Tersangka menggunakan jurus pamungkasnya agar BPK tidak bisa membuat hasil penghitungan" terangnya.
Dia juga memberi pandangan jika ada indikasi merintangi penyidikan maka jaksa bisa menggunakan instrumen hukum yang ada.
"Sikat saja karena yang dihadapi oleh Kajati Bali ini adalah Intelektual yang punya kemampuan dan jaringan yang mumpuni juga. Jadi pertarungan ini lebih seru ketimbang saya mengomentari kerugian kasus LPD atau kerugian karupsi kelas BUMDES," pungkas pria yang juga aktivis 97 tersebut.
Baca Juga: Made "Ariel" Suardana Pertanyakan Status Prof. Sudewi dalam Dugaan Korupsi SPI Unud
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Spanyol vs Belgia Seru! Skor 1-1 di Babak Pertama, Duel Sengit Rebut Tiket Semifinal
-
Pelatih Baru Portugal Jorge Jesus Tak Takut Pinggirkan Cristiano Ronaldo
-
Video Cristiano Ronaldo: Selama Ini Dihina Saya diam Tapi Hari Ini Saya Akan Lawan!
-
Kylian Mbappe: Mau Spanyol atau Belgia, Prancis Siap Tampil Habis-habisan
-
Erick Thohir Lantik Sesmenpora dan Deputi Baru, Targetkan Industri Olahraga Indonesia Naik Kelas
-
Ilmu Sains Bongkar Rahasia Ketajaman Haaland di Piala Dunia 2026: Dia Sosok Anomali
-
Nafsu Pelatih Swiss Hentikan Langkah Argentina Klaim Punya Cara Redam Lionel Messi
-
The Next Andres Escobar? Kalah dari Swiss, Pemain Kolombia Terima Ancaman Pembunuhan