Suara Denpasar - Seorang mucikari asal Korea Selatan berinisial KH (45) laki-laki ditolak masuk ke Bali pada Minggu, (14/5/2023). KH langsung dipulangkan saat baru mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sekitar pukul 21.30 Wita.
KH dipulangkan karena terlibat komersialisasi seksual atau sebagai mucikari di negara asalnya yaitu Korea Selatan.
"Tadi malam kita menolak masuknya warga negara asing, warga negara Korea Selatan atas kerja sama dengan Interpol karena warga negara Korea itu terlibat dalam komersialisasi seksual dan persekusi. Kasus itu bukan di Indonesia tetapi di Korea," jelas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Bali, Anggiat Napitupulu, di Kantor Kemenkumham Bali, Senin (15/5/2023).
Selain itu, Anggiat mengatakan pihaknya juga telah mencekal dua warga negara India berinisial GS, dan AS yang terlibat kasus penganiayaan dan pembunuhan terhadap seorang WNI berinisial FRF di sebuah rumah di wilayah Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali, beberapa waktu lalu.
"Hari Jum'at lalu kita juga sudah menyerahkan dua warga negara India yang terlibat kasus pembunuhan kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti secara hukum. Mereka kita cegal setelah dapat laporan Polsek Denpasar Selatan terkait bantuan pencengkalan atau penundaan keberangkatan terhadap dua WN India tersebut," sambung Anggiat.
Anggiat menjelaskan hal tersebut merupakan bagian dari upaya melindungi Bali dari turis-turis yang memiliki catatan kriminal. Sekaligus mendukung langkah pemerintah Provinsi Bali yang sedang mendesain kebijakan agar yang boleh datang ke Bali adalah turis yang benar-benar berkualitas baik secara finansial maupun perilaku.
"Tidak ada toleransi bagi turis-turis yang memiliki catatan kriminal dan melanggar hukum di Bali," tegasnya.
Dalam periode Januari sampai awal Mei 2023, Anggiat mengatakan pihaknya sudah mendeportasi sebanyak 113 WNA yang bermasalah. Dia mengatakan untuk semua pencapaian itu pihaknya selalu berkoordinasi dengan Pemprov Bali.
"Kami selalu sharing ke Pemprov dalam bentuk grafik, namun kami hanya membagi berapa yang sudah dideportasi perbulannya dan berapa yang sedang ada di rumah detensi. Kita gak sebutkan kewarganegaraannya, kita gak sebutkan individunya karena kita juga berada dalam pergaulan internasional," tandasnya.(Rizal/*)
Baca Juga: Pantas Dijuluki Pemersatu Bangsa, Ternyata Ini Momen Hot Tante Ernie, Yuk Intip Disini
Berita Terkait
-
OTW Pulau Dewata? Bek Tengah Timnas Thailand, Elias Dolah Dikabarkan Akan Segera Didatangkan Bali United, Ini Profilnya
-
Bali United Dikabarkan Berminat Datangkan Bek Timnas Thailand Elias Dolah, Ini Sosoknya
-
Female DJ Ninda Felina Aktif Lestarikan Terumbu Karang di Bali
-
Jelang Debut Solo, Taeyong NCT Bagi-Bagi Bunga Mawar Di Eveland
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
Sekda Banten 'Angkat Tangan' Hadapi Aturan UU HKPD: Tolong Bantu Kami Cari Solusi
-
Tanah Longsor di Sukalarang Renggut 1 Nyawa dan Hancurkan Rumah, Warga Diminta Waspada Musim Hujan
-
Motif Kades Lumajang Diserang Mulai Terungkap, Diduga Berawal dari Konflik Pengajian
-
IPB University Usut Tuntas Dugaan Pelecehan Seksual: Sanksi Berat Menanti Pelaku
-
Raih KWP Awards, Legislator NasDem Arif Rahman: Anggota DPR Harus Selalu Turun ke Rakyat
-
Megawati Beri Hard Warning ke Kader PDIP: Jangan Korupsi,Turun ke Bawah!
-
Kronologi Kades Lumajang Diserang 15 Pria di Rumah Sendiri, Awalnya Bertamu Lalu Brutal
-
Petugas PPSU di Pejaten Barat Tewas Ditabrak Mobil Saat Sedang Menyapu
-
Aksi Kamisan ke-904, Sumarsih: Perjuangan Ini Lahir dari Cinta
-
Hasil Piala AFF U-17 2026: Tumbang dari Malaysia, Timnas Indonesia Wajib Kalahkan Vietnam