/
Senin, 15 Mei 2023 | 21:21 WIB
Prosesi Nyenuk Pura Dalem Manik Penataran Agung Lumintang Tempuh Jarak 3,5 Km, Gunakan Pakaian Warna-warni (Istimewa)

Suara Denpasar - Ratusan krama atau warga Banjar Adat Lumintang mengikuti prosesi Nyenuk ke Pura Desa Denpasar, Senin 15 Mei 2023.

Prosesi Nyenuk merupakan rangkaian dari Karya Agung Balik Sumpah, Caru Tawur Tabuh Gentuh, Mupuk Pedagingan, Ngenteg Linggih lan Mepedudusan Agung di Pura Dalem Manik Penataran Agung Lumintang.

Krama yang terlibat berjalan kaki menempuh jarak kurang lebih 3,5 km dari Lumintang ke Pura Desa Denpasar.

Berangkat dari Pura Dalem Manik Penataran Agung Lumintang melewati Jalan Ahmad Yani, Jalan Kartini, Jalan Nakula, Jalan Arjuna, Jalan Sahadewa, Jalan Sutomo, Jalan Gajah Mada dan finish di Pura Desa lan Puseh Desa Adat Denpasar. 

Saat mapeed ini, krama menggunakan pakaian warna-warni yakni merah, kuning, hitam, putih, poleng dan berjalan berpasangan lelaki dan perempuan.

Sementara di pundak maupun di kepala mereka memikul dan menjunjung aneka buah, biji-bijian, maupun umbi-umbian serta hasil bumi lainnya.

Juga ada iringan tebu, kober, pratima, barong landung, rangda, hingga gayot. Yajamana Karya, Ida Pedanda Gede Made Gelgel mengatakan, karya ini mengambil tingkatan utama atau Karya Agung.

Sementara untuk nyenuk merupakan sebuah prosesi yang dalam bahasa Indonesia bermakna menengok.

“Dalam nyenuk ini semua lengkap. Memakai cartur wara, perwakilan segala golongan, ada catur warna, catur wangsa, soroh,” katanya.

Baca Juga: Bunuh Warga Jakarta di Denpasar, Dua WNA India Diringkus di Bandara

Prosesi Nyenuk digelar ke pura yang tak melaksanakan karya seperti Pura Desa Puseh lan Baleagung Desa Adat Denpasar.

“Intinya upacara atau karya agung ini untuk keharmonisan bhuana agung dan bhuana alit,” katanya.

Sementara itu, Panitia Karya Jero Mangku Ketut Sudiartha mengatakan tujuan nyenuk ini melengkapi rangkaian karya yang digelar di Pura Dalem Manik Penataran Agung.

“Yang dibawa selain pratima juga aneka hasil bumi ,pala bungkah, pala gantung, pala wija, pala rambat,” katanya.

Ia menambahkan, rangkaian karya diawali dengan Matur Piuning Karya yang telah dilaksanakan pada 21 Maret lalu.

Dilanjutkan dengan berbagai rangkaian seperti Negteg Beras, Ngingsah ,Mepepada,Tawur lan Melasti

Load More