Suara Denpasar - SEA Games 2023 telah memviralkan beberapa nama besar di bidang olahraga, mulai dari Kolonel Wahyo Yuniartoto hingga kini Kombes Sumardji,
Sebagaimana diketahui, di cabor pencak silat, viral Kolonel Wahyo Yuniartoto yang menghadang aksi tak terpuji dari pelatih pencak silat Vietnam di SEA Games 2023.
Disebut sebagai Bapak Matahari di kalangan militer, ternyata Kolonel Wahyo Yuniartoto adalah seorang Kopassus.
Kali ini, nama Kombes Sumardji juga menjadi viral di media sosial karena dirinya menjadi korban pemukulan yang dilakukan official Timnas Thailand saat laga final sepak bola SEA Games 2023 yang mempertemukan Timnas Indonesia vs Timnas Thailand.
Pertandingan memang berlangsung sangat panas hingga tak heran banyak pihak yang tersulut amarah dan terjadi kericuhan di lapangan. Meski tak lama, Kombes Sumardji menjadi korban di momen itu, bahkan tampak dirinya mengalami luka di bibir.
Dilansir dari ANTARA, insiden yang mengakibatkan Kombes Sumardji tersebut terluka adalah tersebut terjadi setelah sejumlah official Thailand mendatangi tempat pelatih dan pemain cadangan Timnas Indonesia.
"Sebenarnya saya akan menahan, tapi justru saya yang kena. Saya tidak masalah. Ini bagian dari perjuangan," kata Sumardji, dikutip dari ANTARA.
Tak hanya itu, dirinya pun mengaku tak mendapat permintaan maaf dari pihak official Thailand. Justru dirinyalah yang meminta maaf kepada mereka.
Meski demikian, Kombes Sumardji mengaku bahwa dirinya mengambil hikmah dari kejadian itu. Mengingat, Timnas Indonesia berhasil menang dan membawa pulang medali emas hasil dari laga yang cukup dramatis pada Selasa (16/5/2023) kemarin. (*/Dinda)
Berita Terkait
-
Ini Sosok Manajer Timnas Sumardji, Viral usai Dipukuli Official Thailand di Final Sea Games 2023
-
Sosok Kombes Sumardji, Manajer Timnas Indonesia yang Dipukuli Ofisial Thailand, Pernah Disebut Ludahi Pelatih Persib Bandung
-
Viral Video Manajer Timnas Indonesia U22 Kombes Sumardji Dipukuli Ofisial Thailand, Begini Kronologinya
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis