Suara Denpasar - Beredar kabar surat Erick Thohir diterima FIFA, hingga Thailand tak bisa main lagi lantaran terbukti lakukan beberapa kecurangan.
Kabar tersebut menyampaikan bahwa Timnas Thailand dihukum tak bisa main lagi lantaran terbukti curangi Timnas Indonesia dengan main pukul dan suap wasit.
Kabar itu disebarkan oleh kanal YouTube Garuda IDN - Berita Timnas Terlengkap, dilansir Suara Denpasar pada Selasa, (30/5/2023).
Kabar tersebut disebarkan dalam bentuk video dengan durasi 9 menit 35 detik, diunggah pada 19 Mei 2023 dan sudah ditonton 3,4 juta kali.
Video itu berjudul 'Resmi! FIFA Sanksi Thailand Tidak Bisa Main Lagi, Terbukti Curangi Timnas Indonesia Demi Menang!,'.
Pada thumbnail video juga dituliskan, 'Resmi Surat Erick Thohir Diterima FIFA, Thailand Tak Bisa Main Lagi, Akibat Suap Wasit dan Main Pukul,'.
CEK FAKTA
Setelah diputar untuk cek fakta, video itu sama sekali tidak menunjukan bukti bahwa Erick Thohir telah mengirim surat kepada FIFA, tidak ada juga bukti Thailand sudah tak bisa main akibat suap wasit dan main pukul.
Video itu menayangkan penjelasan sang narator tentang insiden baku hantam yang terjadi di laga final SEA Games 2023 kamboja antara Indonesia dengan Thailand yang juga melibatkan official kedua tim.
Baca Juga: Tiket Laga Indonesia-Argentina Dijual 5 Juni, Begini Langkah Erick Thohir Cegah Calo
"Insiden Indonesia versus Thailand diwarnai dengan kericuhan," ucap sang narator, kemudian menjelaskan insiden baku hantam tersebut.
Akan tetapi sama sekali tidak ditunjukkan bukti bahwa main pukul menyebabkan Thailand dihukum tidak bisa main lagi, atau terbukti suap wasit, tidak ada bukti yang ditunjukan, bahkan sang narator sama sekali tidak membahasnya.
Dilihat dari website resmi fifa.com, akun instagram @fifa, akun instagram Timnas Thailand @changsuek, tidak ditemukan kabar adanya sanksi untuk Timnas tersebut sehingga tidak bisa main lagi dalam cabang olahraga sepak bola.
Sebagai informasi, insiden baku hantam dalam laga final Indonesia melawan Thailand di SEA Games 2023 kemarin memang diwarnai baku hantam, namun wasit berhasil menyelesaikan masalah tersebut dengan mengeluarkan 7 kartu merah dan 16 kartu kuning sepanjang laga.
Akhir dari laga final itu ialah Indonesia menang sebagai juara pertama SEA Games 2023 Kamboja, sedang Thailand menjadi juara runner-up.
Insiden baku hantam atau main pukul itu tidak berlanjut sampai ke FIFA, dilansir dari joglo.suara.com, official Thailand bahkan sudah meminta maaf kepada indonesia atas insiden tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Mau Gelar Scudetto, Haram Buat Pemain Inter Milan Salahkan Wasit Kalau Kalah
-
Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran
-
Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil
-
Demi Tiket Piala Dunia 2026, Gennaro Gattuso: Pemain Dilarang Lembek, Berjuang Mati-matian
-
Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa
-
Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius
-
Viral Polisi Ditantang Duel Remaja di Blitar saat Sita Petasan Siap Meledak, Ini Kronologinya
-
Sinopsis Project Hail Mary, Misi Ryan Gosling Selamatkan Bumi dari Kepunahan
-
Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa
-
Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?