/
Sabtu, 03 Juni 2023 | 16:30 WIB
Sowan ke Gus Yahya, Warganet Suruh Ganjar Pranowo Tanyakan Hukum Menonton Film Dewasa (@ganjarpranowo)

Suara Denpasar - Gubernur Jawa Tengah sekaligus Calon Presiden, Ganjar Pranowo baru-baru ini sowan ke Ketua Umum PBNU, Dr. (H.C.) K.H. Yahya Cholil Staquf atau biasa disapa Gus Yahya. Hal itu ia unggah di akun Twitter pribadinya pada (3/6/2023).

“ ‘Mas Yahya’. Begitulah saya memanggil beliau dari dulu. Kebetulan dulu kami satu kampus, saya Faakultas Hukum beliau Fakultas Sospol,” keterangan cuitan Ganjar Pranowo tersebut dikutip Suara Denpasar pada Sabtu, (3/6/2023).

Ganjar Pranowo mengaku bahwa ia sangat dekat dengan Gus Yahya. Bahkan, ia tak segan memanggil Gus Yahya dengan sebutan ‘Mas Yahya’, bukan gus.

“Beliau tidak keberatan saya panggil ‘mas’, dan bukan gus. Bahkan beliau tidak pernah minta dipanggil gus, meski beliau adalah gus beneran,” kata Ganjar.

Ganjar Pranowo juga memuji Gus Yahya dengan menyebut bahwa ulama kelahiran Rembang, Jawa Tengah itu sebagai sosok yang alim dan sangat pintar.

“Beliau sangat terbuka, sangat luas pergaulannya. Dan tentu hal itu bisa beliau lakoni karena keluasan ilmu dan hati,” ujar Ganjar.

Sontak unggahan itu menimbulkan beragam reaksi dari warganet. Yang paling mengejutkan, ada warganet yang justru menyuruh Ganjar untuk menanyakan kepada Gus Yahya mengenai hukum menonton film porno atau film dewasa.

Sebagaimana diketahui, Ganjar sendiri sempat mengaku bahwa ia sering menonton fillm porno. Ia melakukan hal itu hanya atas dasar suka karena ia merasa sudah dewasa dan tidak masalah jika menonton film tersebut.

“Coba tanyakan hukum nonton pilem porno Den,” ujar akun @gilang_ahm31272.

Baca Juga: Bupati Giri Prasta Tegaskan WNA Wajib Tunduk Pada Regulasi NKRI, Gubernur Wayan Koster Keluarkan Edaran Begini

“Politik Identitas, sok dekat sama ulama,” ujar akun @AbdillahNursal.

“Terlalu kontradiktif ya, tempo waktu declare penyuka pornografi terang terangan, sekarang cari elektabilitas dengan mendekati kelompok agama. Definitely a true hypocrite, dangerous opportunist, and manipulator, using religious group only for electability,” ujar akun @nntweetnn. (*/Ana AP)

Load More