Suara Denpasar - Baru-baru ini Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Prabowo Subianto melakukan sebuah manuver diplomatik internasional dalam forum International Institute for Strategic Studies (IISS) Shangri-La Dialogue 20th Asia Security Summit, di Singapura.
Dalam konferensi keamanan antar negara yang dihadiri para menteri dan delegasi dari lebih dari 50 negara itu, Prabowo Subianto mengemukakan lima poin untuk menghentikan perang antara Rusia dan Ukraina. Sayangnya niat baik Prabowo itu ditolak Ukraina.
Pemerintah Ukraina mengatakan pihaknya tidak butuh dimediasi pihak semacam itu, yang datang dengan "rencana aneh" dan mencerminkan kepentingan Rusia.
Apalagi apa yang disampaikan Prabowo Subianto tanpa sepengetahun Presiden Jokowi. Sehingga menimbulkan banyak penilaian atau opini publik yang buruk terhadap ketua umum Partai Gerindra itu.
Terkait hal itu, kader Gerindra, Dedi Mulyadi pasang badan untuk menepis opini publik negatif yang terus dimainkan.
Dedi Mulyadi menilai ada kekuatan yang mendorong penggiringan opini publik yang mengarah pada ketua umumnya itu dengan tujuan menghancurkan elektabilitas Prabowo Subianto yang saat ini terus mengalami peningkatan.
Baginya keberanian Prabowo Subianto itu justru harus dipandang positif. Sebab sikap Prabowo Subianto dalam menyampaikan pidato perdamaian Rusia Ukraina itu adalah sebuah cerminan sikap Bung Karno.
"Yang terjadi adalah sebaliknya, Pak Prabowo mengingatkan kita kepada Bung Karno yang memiliki keberanian untuk memberikan pernyataan di forum internasional yang melambangkan bahwa kita adalah bangsa yang besar yang mencintai peperangan dan mengutuk peperangan," kata Dedi Mulyadi melalui Instagramnya, dikutip Jumat (9/6/2023).
Sikap patriotik Prabowo Subianto itu kata Dedi, memberikan respek kebanggaan dan semangat kebangsaan bangsa Indonesia. Menurutnya keberanian itu jarang dimiliki oleh orang lain.
Baca Juga: Jangan Minder Gaji Kecil! Pertimbangkan 4 Hal Ini Saat Memilih Pekerjaan
Karena itu, dia mengatakan saat ini Indonesia membutuhkan pemimpin dengan sikap berani dan karya nyata, bukan sekadar membangun opini publik.
"Dalam politik modern, negeri ini butuh gagasan, negeri ini butuh karya nyata, negeri ini butuh sikap bukan hanya sekadar kita membangun kedekatan opini pada masyarakat. Kita butuh pemimpin yang memberikan solusi bukan pemimpin yang hanya mencitrakan diri," tandasnya.(*/Ana AP)
Berita Terkait
-
Mari Bandingkan Pengikut Ridwan Kamil dan Dedi Mulyadi di Media Sosial, Siapa Menang?
-
Perbedaan Sikap Dedi Mulyadi dan Presiden Joko Widodo Tanggapi Prabowo Soal Usulan Resolusi Konflik Rusia-Ukraina
-
Dedi Mulyadi Minta Saran Netizen Soal Ini di Media Sosial, Menuju Jawa Barat 1?
-
Pesan Menohok Dedi Mulyadi ke Buzzer soal Gagasan Prabowo Stop Perang Rusia-Ukraina: Daripada Nyinyir...
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123