/
Minggu, 11 Juni 2023 | 08:56 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto di lapangan Monas, Senin (17/4/2023). (Suara.com/Yasir)

Suara Denpasar - Di tengah beragam spekulasi jabatanya sebagai Kapolda Metro Jaya yang terlihat cepat dan mendadak.

Apalagi, berasal dari Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan sebentar lagi jelang tahun politik. Di mana umumnya, jarang ada pergantian jabatan di lingkup institusi Polri jelang pemilu.

Irjen. Pol. Karyoto, S.IK., tak mempermasalahkan segala pandangan minor terkait posisinya yang kini menjabat Kapolda Metro Jaya.

Namun, tegas dia dalam menjalankan amanah masyarakat. Dirinya, tentu akan menjaga kepercayaan itu dengan baik.

Apalagi, dirinya bekerja tidak sendiri. Ada bawahan yang memiliki integritas yang tinggi. Pun, atasannya yakni Kapolri.

"Kalau saya mengatakan berat, terlalu cengeng saya," katanya dalam podcast Deddy Corbuzier yang dikutip denpasar.suara.com, Minggu 11 Juni 2023.

Karyoto merupakan lulusan Akpol 1990 yang berpengalaman dalam bidang reserse. Di mana sebelum menjabat Kapolda Metro Jaya, jenderal bintang dua ini menjadi Deputi Penindakan KPK selama tiga tahun.

Pengalaman di KPK dan reserse tentu menjadi andalannya saat bertugas di Ibukota. Apalagi, saat berdinas di KPK, dirinya memang berada di Jakarta. "Paling tidak saya tinggal di Jakarta dan saya tahu karakter di Jakarta," tandasnya.

Pada kesempatan itu, dia juga berpesan kepada para orang tua untuk selalu mengkontrol anak-anaknya.

Baca Juga: Polda Bali Melempen, Laporan Pemkab Badung Terkait Pencaplokan Pantai Melasti Tak Jelas

Sebab, generasi muda saat ini rentan sebagai korban atau pun pelaku kejahatan. Apalagi, belakangan banyak terjadi tawuran.

"Kalau ada yang membawa senjata tajam tetap kita proses," tegasnya. Dia juga menjelaskan, anak-anak pelaku tawuran ini sering menggunakan obat keras G seperti tramadhon agar lebih berani. "Direktorat (narkoba) kami juga mengamankan berapa juta butir (daftar obat G)," tukasnya. ***

Load More