Suara Denpasar – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dikabarkan resmi digiring ke Bareskrim dengan dikawal ketat TNI dan Polri, setelah diisukan terlihat dalam skandal kasus korupsi dana infrastruktur di wilayah kerjanya.
Isu keterlibatan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dalam kasus korupsi berupa suap dan mangkrak proyek itu, kabarnya terungkap setelah Tim Independen Pemberantasan Korupsi melakukan investigasi.
Informasi ini beredar melalui salah satu unggahan yang dibagikan kanal YouTube Infotama Update pada Sabtu (10/6/2023).
“DIKAWAL KETAT TNI POLRI, GUBERNUR LAMPUNG RESMI DIGIRING KE BARESKRIM, BERITA TERKINI,” begitulah narasi yang dicantumkan pada judul video.
Kini, video berdurasi 5 menit 10 detik itu telah disaksikan lebih 5,8 ribu kali. Video tersebut juga dipenuhi komentar warganet yang kebanyakan mengaku bersyukur atas tertangkapnya Gubernur Lampung Arinal Djunaidi.
“Mantap Bareskrim Mabes Polri. Korupsi di Lampung udah luar biasa. Lanjutkan ke daerah daerah kami sangat mendukung,” tulis pemilik akun bernama @sulfikribaturaja2176.
“Alhamdulillah Alhamdulillajh Alhamdulillah kebusukan selama ini terungkap,” tambah akun @drgh.bambangutoyosabikun8720.
Meski warganet mempercayai berita tersebut, namun benarkah Gubernur Arinal Djunaidi resmi digiring ke Bareskrim akibat terlibat dalam kasus korupsi?
Berikut Suara Denpasar akan mengungkap fakta sebenarnya!
CEK FAKTA:
Setelah menyaksikan videonya secara utuh, tayangan tersebut memang menjelaskan seputar kabar Gubernur Arinal Djunaidi yang disebut-sebut terlibat dalam kasus korupsi di Lampung.
Namun, informasi yang dinarasikan dalam konten tersebur tidak menunjukkan sumber kredibel.
Di awal tayangan, pemilik konten pun hanya menyertakan cuplikan dari salah satu tim independen pemberantasan korupsi. Namun, pembahasannya tidak menyinggung soal Gubernur Arinal Djunaidi.
“Kalau tim udah terbentuk, gue bisa minta keuangan, data asuransi, BPN, itu kira-kira 2 minggu. Kalau udah dapet dianalisa. Nah, kalau udah ada poin-poinnya diundang,” ucap pria yang disinyalir sebagai bagian dari tim independen tersebut.
Selain melihat kesesuaian isi dan judul video, tim Suara Denpasar juga melansir laman situs resmi Pemerintah Provinsi Lampung untuk memastikan kebenaran dari berita ini.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Terlibat Kasus Korupsi, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi Ditetapkan sebagai Tersangka oleh KPK?
-
CEK FAKTA: KPK Resmi Tahan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Buntut dari Korupsi Infrastruktur?
-
Cek Fakta: Jusuf Kalla Tersangka Korupsi Tower, Mahfud MD Ungkap 2,2 Triliun Masuk Rekening
-
Menkominfo Johnny G Plate Jadi Tersangka Dugaan Korupsi BTS, Hotman Paris: Percaturan Politik Mulai Makin Tegang
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel