Suara Denpasar - Pelawak asal Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat, Mamat Alkiri dituding sebagai pemasok atau distributor senjata api ilegal oleh netizen.
Hal itu bermula saat Mamat Alkatiri diundang sebagai bintang tamu di Channel YouTube Abdel Achrian.
Tentu tudingan itu bukan sesuatu yang benaran, melainkan candaan netizen terhadap pria 30 tahun itu. Sebab dia dan partner kerjanya yaitu Abdur Arsyad sering membuat konten saling tuduh.
Dalam YouTube itu, Abdel Achrian dan Mamat Alkatiri membahas kisah cinta Mamat yang sampai saat ini belum menikah karena gagal move on dari seorang kekasih yang sudah menikah.
"Lo masih mengharapkan dia untuk kembali?" tanya Abdel.
"Dia udah jadi istri orang, kalau dia janda saya mau," jawab Mamat.
Kendati begitu, Mamat tidak mendoakan sang mantan kekasih agar menjadi janda. Dia mengaku saat dikasih tahu oleh sang mantan kekasih untuk menikah dengan orang lain, dia mendoakan untuk bahagia.
"Tapi lo tidak mendoakan yah," potong Abdel.
"Tidak, orang waktu dia kasih tau mau lamaran dan mau nikah aja saya mendoakan yang baik-baik. Bahagia ya baik-baik dengan suaminya," kata Mamat.
Baca Juga: Viral Kelakuan Bapak Ini Bikin Geleng-Geleng, Netizen: Penistaan Agama Ini
Menanggapi hal tersebut, netizen ramai-ramai bercandain Mamat Alkatiri dengan mengatakan sebagai pemasok atau distributor senjata api ilegal tetapi masih bisa merasakan cinta.
"Bahkan seorang distributor senjata ilegal saja mencintai seorang wanita dengan tulus," kata akun Beast Titan.
"Bahkan pemasok senjata api ilegal mempunyai perasaan yang tulus," tulis Rafi.
Selain itu ada juga netizen yang menyebut Mamat Alkatiri sebagai pemabuk berat. Karena berdasarkan cerita Mamat Alkatiri dia diputuskan kekasihnya itu saat dia dan Abdur Arsyad saling menuding sebagai pemabuk. Lantas dipercaya sama sang kekasih sehingga dia diputuskan.
"Tulus sekali pemabuk yang satu ini, Respect," ujar Pinguin Abu.
"Seoramg pemabuk pun punya cinta yang tulus," komentar Elma.
"Abdur bercandanya bikin Mamat sadboy," sambung Vimala Maja. (*/Ana AP)
Berita Terkait
-
Coach Teco Tak Terima Bali United Dihina Begini Usai Kalahkan PSM Makassar, Netizen: Faktanya Emang Begitu
-
Dedi Mulyadi Minta Saran Netizen Soal Ini di Media Sosial, Menuju Jawa Barat 1?
-
Belum 20 Menit, Tiket Timnas Indonesia vs Argentina Langsung Sold, Ini Berbagai Komentar Lucu Netizen
-
Netizen Bali: Pak Koster Anda Lebih Cocok Jadi Pelawak Saja, Jangan Jadi Gubernur
-
Waduh! Pelawak Sule Bikin Nathalie Holscher Trauma: Takut Digituin Lagi
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Gandeng Musisi Lintas Negara, Bella Fawzi Rilis Lagu 'Our Power' demi Palestina
-
Olah TKP Kecelakaan Maut Pantura Indramayu, Korlantas Polri Temukan Fakta Mengejutkan
-
Ulasan Hyper Knife: Membongkar Obsesi dan Sisi Gelap Dunia Kedokteran
-
BPI Perkuat Kolaborasi dengan Masyarakat Pesisir Lewat Pelestarian Tradisi Sedekah Laut Roban
-
Kali Baru Cibinong Lumpuh Total! 60 Truk Dikerahkan Angkut Ratusan Ton Sampah
-
3 Sepatu Compass Paling Laris di Shopee Sesuai Review Pembeli, Dijamin Ori
-
Dihukum Tanpa Tahu Kesalahan: Sisi Gelap Birokrasi dalam Mahakarya Franz Kafka
-
5 Pilihan HP 5G dan NFC Paling Murah yang Bisa Dilirik di 2026
-
Gus Miftah Apakah Keturunan Kyai? Ini Silsilah Keluarga Miftah Maulana
-
Krisis Introspeksi Pejabat: Mengapa Pemerintah Sulit Mengakui Kesalahan?